Pesta Miras Berujung Maut, 3 Pemuda di Kendal Keroyok Temannya Hingga Meregang Nyawa Terancam 12 Tahun Penjara

Dua Tersangka kasus pengeroyokan yang mengakibatkan seorang meninggal dunia dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Kendal. Foto : Istimewa

Kendal (Sigi Jateng) – Tiga pemuda mengeroyok temannya sendiri hingga meregang nyawa di Sukorejo Kendal, kini ditetapkan tersangka oleh polisi. Kejadian tersebut berawal saat pesta miras hingga akhirnya berujung maut.

Pengeroyokan terjadi saat sekelompok pemuda menggelar pesta miras di kebun cengkeh perkebunan Banaran.Penganiayaan terhadap korban Puji Widodo berawal dari pesta miras yang dilakukan Dio.

Pelaku Prasetyo dan korban pesta miras di perkebunan Banaran hingga dua kali bersama lima temannya. Setelah mabuk, pelaku adu mulut dengan korban dan saling ejek hingga berakhir dengan adu jotos.

Korban sempat ditinggalkan di kebun cengkih dan dibawa ke rumah temannya hingga kemudian meninggal dunia akibat luka parah di kepala dan dadanya. Polisi berhasil menangkap kedua pelaku penganiayaan. Sementara satu pelaku masih dalam pengejaran petugas.

Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto mengatakan dua pelaku yang berhasil diamankan yakni Habib Burhanudin alias Ucil dan Ade Yoga Ale Syahbana warga Sukorejo Kendal. Sementara pelaku Prasetyo yang masih buron berkata kasar kepada korban dan terlibat perkelahian.

“Saat berkelahi tersangka Habib dan Ade Yoga ikut mengeroyok korban dengan memukul dan menendang. Tersangka mengaku ikut menganiaya korban karena emosi dan punya masalah pribadi,” kata Kapolres, dalam gelar perkara ungkap kasus, Senin (30/8) kemarin.

“Korban yang dikeroyok tiga orang terkapar dan ditinggal pergi di kebun cengkeh. Namun tidak lama kemudian pelaku kembali ke bukit lagi bersama temannya Megi membawa korban ke rumah habib,” sambung Kapolres.

Setelah korban dibawa ke rumah tersangka habib, lanjut dia, sehari kemudian meninggal dunia. Kepada keluarganya dikatakan bahwa korban ditemukan di pinggir jalan sudah dengan luka-luka. Dari kejadian itu, barang bukti yang diamankan satu botol kecil minuman keras merek gedang klutuk, pakaian korban dan satu sepeda motor C 70 warna biru.

Salah satu tersangka Habib mengatakan dia ikut mengeroyok korban sebagai bentuk solidaritas dan juga jengkel dengan korban. “Saya memukul sekali di kepala. Saya takut akhirnya membawa korban ke rumah, saat itu kondisinya lemas dan masih bernafas,” ujarnya.

Hingga kini, pihak kepolisian setempat masih memburu pelaku lainnya yang kabur melarikan diri. Untuk dua tersangka yang sudah diamankan dijerat Pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman penjara 12 tahun. (Dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here