Persiapan PTM Saat Pandemi Covid-19, DPRD Jateng Ingatkan Perlu Skema Efektif

Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri dan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Aziz dan sejumlah anggota Komisi E DPRD Jateng saat berdiskusi dengan jajaran Cabang Dinas Pendidikan Provinsi VII di Kota Surakarta, Kamis (3/6/2021).

SEMARANG (sigijateng.id ) – Dalam persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, DPRD Provinsi Jateng mendorong adanya skema/ pola teknis yang efektif. Ketua DPRD Provinsi Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri mengatakan PTM tersebut sangat dinantikan oleh masyarakat. Oleh karena itu, dia berpesan agar skema PTM diperhatikan seksama agar nantinya tidak membuat orangtua peserta didik dibayang-bayangi kecemasan atas kualitas pendidikan dan kesehatan anak di tengah pandemi ini.

“Masuk sekolah itu ditunggu-tunggu orangtua sehingga skema PTM juga harus jelas. Prokes (protokol kesehatan) nya bagaimana, rolling peserta didiknya bagaimana, gurunya bagaimana, lingkungannya bagaimana. Kalau bisa dilakukan (skema), maka bisa dipastikan bahwa klaster Covid-19 di sekolahan mendekati tidak ada. Pendidikan bisa lebih baik dari pada tahun yang lalu,” kata Quatly mengutip dari dprd.jatengprov.go.id, Senin (7/6/2021)

Politikus PKS ini mengatakan, skema PTM yang kuat dan efektif, akan memberikan proses pendidikan tidak hanya kejelasan pada aspek kognitif peserta didik. Namun juga mampu memberikan sebuah alternatif proses pendidikan afektif dan psikomotorik kepada peserta didik.

“Sekalipun PTM dilaksanakan dalam beberapa tahun ke depan, pasti aspek kognitif menurun karena tetap tidak bisa seperti (pembelajaran) yang dulu. Tetapi, kita bisa mendorong aspek afektif dan psikomotorik peserta didik. Contoh adanya kedisiplinan untuk mengikuti prokes, membuat waktu khusus untuk berdoa demi kesehatan. Bahkan, PTM di luar kelas, berangkat sekolah jalan kaki kan sudah zonasi juga,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jateng Abdul Aziz menilai penerapan Proses Jarak Jauh (PJJ) dinilai kurang efektif dalam proses pendidikan bagi generasi muda. Tidak sedikit aspek yang menjadi catatan berkaitan dengan pelaksanaan PJJ di Jateng.

“PJJ itu memang exit plan karena Covid-19 kemarin tapi ya jangan hanya begitu terus. Kurun waktu 1,5 tahun ini, tiap bulan anggaran pendidikan ‘terbakar’ atau hilang. Sekolah swasta sudah berani ambil langkah ada yang PTM bergilir dengan inovasinya tapi sekolah negeri, mau tatap muka atau tidak masih tidak jelas. Nggak sedikit lho itu, ayo mau bagaimana?,” kata Legislator PPP itu.

Sementara, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jateng Muh Zen mengatakan kekhawatiran PTM, nantinya membawa persebaran Covid-19 akan meningkat, dianggap sesuatu yang kurang relevan. Ia menilai sedikit kasus Covid 19 muncul dari PTM yang sudah berjalan.

“PTM adalah upaya jelas untuk menyelamatkan generasi muda, tidak hanya pada aspek pendidikan tapi juga dari Covid 19,” kata legislator dari Fraksi PKB itu. (Aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here