Perolehan ZIS Kabupatan Semarang Capai Rp 4,1 Miliar, Ini Laporan Penggunaannya

Kaki palsu dari Baznas Kabupaten Semarang untuk salah satu warga. ( foto ist)

UNGARAN (SIgi Jateng) – Perolah dana dana zakat infak dan sadaqah yang diterima Badan amil zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2020, perolehan dana zakat infak dan sadaqah (ZIS) sebesar Rp 4,1 miliar lebih.

Ketua Baznas Kabupaten Semarang Munashir menyampaikan, potensi dana ZIS yang bisa digali dari masyarakat masih sangat besar. Tahun 2020, ZIS terkumpul Rp 4,1 M. Dari jumlah itu, sekitar Rp 3,5 miliar telah dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan, melalui berbagai program sosial dan ekonomi.

“Kita berharap, kerja sama semua pihak termasuk Pemkab Semarang untuk memaksimalkan potensi itu,” jelasnya saat acara penyerahan dana ZIS kepada masyarakat di aula Masjid Al Mabrur, seperti dikutip dari laman Pemprov Jateng Rabu (7/4/2021).

Dirinci oleh Munashir, perolehan dana zakat pada 2020 tercatat Rp2.120.637.896, dana infak/sadaqah sebesar Rp2.018.972.495 dan dana sosial Rp54.125.750. Dana ZIS itu selain dikembalikan ke pengurus Baznas di tingkat kecamatan, dana yang terkumpul juga dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat lintas agama.

“Terbagi dalam lima program yakni Program Kabupaten Semarang peduli Rp1,8 miliar, program bantuan kesehatan Rp202,2 juta, progam bantuan pendidikan Rp161,94 juta, program bantuan kemakmuran Rp1,037 miliar dan bantuan keagamaan Rp302,28 juta,” imbuhnya.

Penyaluran bantuan tersebut, kata Munashir, di antaranya berupa, bantuan ternak kambing kepada kelompok usaha ternak kambing mualaf Dusun Kalimangli Desa Karangtengah Tuntang. Selain itu juga bantuan perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan kaki palsu, dan bantuan pendidikan.

“Dana ZIS kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk mengentaskan kemiskinan, sekaligus memberdayakan usaha ekonomi produktif masyarakat kurang mampu,” terangnya.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menghargai kerja keras jajaran Baznas Kabupaten Semarang dalam mengelola dana ZIS warga. Menurutnya, dana ZIS dapat membantu Pemkab Semarang mengatasi berbagai persoalan sosial ekonomi dan keagamaan, khususnya di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Dampak pandemi Covid-19 sangat luas terhadap kehidupan masyarakat. Dukungan semua pihak termasuk Baznas akan membantu Pemkab Semarang mengatasi persoalan itu,” tegasnya. (Aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here