Naiknya Angka Covid-19, Anang Budi Utomo Sebut Dampak Liburan Idul Fitri

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo. (Dok.)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo memberikan komentar terkait revisi Peraturan Walikota Semarang tentang PPKM Mikro terkait pengetatan protokol kesehatan akibat meningkatnya angka covid-19. 

Anang mengatakan hal itu wajar dilakukan karena memang perlu ada tindakan setelah angka Covid meningkat akibat libur lebaran kemarin. 

Anang mengatakan walaupun saat Idul Fitri 2021 telah ada penyekatan tapi masih banyak masyarakat yang lolos. 

“Inikan dampak dari liburan Idul Fitri kemaren yah, jadi walaupun kita sudah melakukan pengetatan ya nampaknya masih banyak yang mberojol yah sehingga ya kita manennya ya dua minggu dari kejadian kemaren,” ujarnya saat diwawancarai pada Jum’at (11/6/2021).

Anang memprediksi jika angka covid-19 kembali menyentuh 1000 pasien makan akan kembali ke peraturan awal, yakni pengetatan jam malam dan penutupan jalan protokol. 

“Terkait penutpan jalan-jalan protokol ya kita lihat satu hingga dua minggu kedepan apakah akan terjadi peningkatan jumlah pasien yang tinggi. kalau tidak, ya nggak perlu ada penutupan jalan,” benernya. 

“Makanya angkanya juga sangat besar naiknya. Seandainya angkanya sampai 1000 lagi ya aturan pengetatatannya ya mbalik seperti liburan tahun lalu to,” paparnya.

Anang meminta Pemerintah Kota Semarang terus melakukan upaya-upaya preventif untuk kembali ‘mendisiplinkan’ masyarakat untuk taat pada protokol kesehatan. 

“Nah jadi kita lakukan upaya-upaya preventif. Kita ini kan di kabupaten/kota di Jawa Tengah kan hampir semua mengalami kenaikan angka covid. Kudus yang tidak kita bayangkan ternyata seperti itu. termasuk daerah penyangganya seperti Pati, Demak, dan sekitarnya,” tandasnya.

“Jadi Kota Semarang mau tidak mau akan terkena imbasnya, seperti saat ini kita membantu pasien-pasien dari luar Kota untuk isolasi dan sebagainya. Sehingga kita harus melakukan pengetatan protokol kesehatan kembali melalui revisi peraturan walikota tentang PPKM Mikro,” tambahnya. 

“Kemarin kita memang sempat euforia karena penurunannya sudah menyentuh angka 200, tapi kok ini melejit lagi,” pungkasnya. (Mushonifin) 

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here