Musthofa DPR RI Apresiasi Pemulihan Ekonomi Oleh OJK dan Industri Jasa Keuangan Jateng

Dr. H. Musthofa, SE, MM Anggota Komisi XI DPR RI dan , Kepala Kantor Regional III OJK Jateng-DIY, Aman Santosa.

SEMARANG (Sigi Jateng) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Perwakilan Industri Jasa Keuangan hadir dalam kegiatan kunjungan kerja Dr. H. Musthofa, SE, MM Anggota Komisi XI DPR RI pada masa Reses Persidangan III tahun sidang 2020-2021, Senin (22/2/2021).

Anggota Komisi XI DPR RI Musthofa menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja kali ini adalah untuk menjaring aspirasi, masukan, dan kendala yang dialami Industri Jasa Keuangan dalam penerapan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) maupun penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah.

Berita Lainnya:

Musthhofa yang juga mantan Bupati Kudus 2 periode ini juga menjelaskan, secara nasional sektor jasa Keuangan telah memberikan kontribusi yang besar dalam program PEN, antara lain melalui restrukturisasi kredit, Penempatan Uang Negara, Subsidi Bunga dan Penjaminan Kredit. Hanya saja saat ini masih perlu peningkatan literasi masyarakat mengenai manfaat penjaminan kredit.

Dalam kesempatan tersebut, Mustofa juga

“Kami memberikan apresiasi atas upaya-upaya yang telah dilakukan oleh OJK dalam program PEN termasuk dalam mengembangkan UMKM melalui platform UMKM-MU, media pemasaran digital yang mudah diakses oleh pelaku UMKM maupun masyarakat,” kata Musthofa.

 “Kolaborasi OJK dan Industri Jasa Keuangan di Jawa Tengah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain”, tambah Musthofa.

Sementara, dalam  sambutannya, Kepala Kantor Regional III OJK Jateng-DIY, Aman Santosa, menyampaikan OJK akan terus mendorong agar perekonomian dapat segera pulih. Provinsi Jawa Tengah memiliki kontribusi yang signifikan dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat. Sejak Agustus 2015 sampai Desember 2020, KUR telah terealisasi sebesar Rp118,05 triliun kepada 4,98 juta debitur.

“Hal ini menjadikan Provinsi Jawa Tengah sebagai Provinsi Penyalur KUR tertinggi dibandingkan provinsi lainnya,” katanya.

Data menunjukkan realisasi program PEN di Jawa Tengah sampai dengan akhir Januari 2021 cukup besar. Restrukturisasi kredit debitur terdampak Covid-19 di sektor perbankan mencapai 61,17 T dari 1.232,84 ribu debitur, sementara di industri keuangan non bank mencapai 17,94 T dari 875,85 ribu debitur. Penempatan uang Negara telah tersalurkan Rp43,90 T, penjaminan kredit Rp2,31 T dan dan subsidi bunga Rp1,01 T.

Aman menambahkan, OJK Kantor Regional 3 Jawa Tengah dan DIY siap berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Industri Jasa Keuangan dalam percepatan pemulihan ekonomi Jawa Tengah melalui rencana strategis OJK di tahun 2021, yaitu Ayo Jateng Menabung, Bussines Matching UMKM Offtaker, Bussines Matching Klaster UMKM, Virtual Expo, dan Pembiayaan Murah. (aris)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here