Mundukung Sikap Toleransi, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Gelar Webinar Moderasi Beragama

PATI (Sigijateng.id) – Mahasiswa Kelompok 107 KKN RDR 77 tahun 2021 menyelenggarakan Webinar Moderasi Beragama melalui aplikasi Zoom, Minggu (31/10/2021).

Acara Webinar mengangkat tema “Menguatkan Kerukunan Beragama di Era Pandemi”. Hadir dalam acara ini Moh. Rofiq, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan dari Kelompok 107 KKN RDR 77, Endang Supriadi, M.A. Dosen Sosiologi FISIP UIN WALISONGO SEMARANG selaku pemateri, dan Achmad Saifuddin Nadhif, selaku ketua PKPT IPNU UIN WALISONGO Semarang.

Selain itu terdapat juga peserta yang mengikuti acara ini yaitu rekan/rekanita PKPT IPNU-IPPNU UIN WALISONGO Semarang dan para Mahasiswa baik yang berasal dari UIN WALISONGO Semarang maupun lainnya.

Acara Webinar tersebut dipimpin oleh Muhammad Ridhuwan Saefuddin, anggota kelompok 107 KKN RDR 77 selaku MC, dan dipandu oleh Efi Nur Jannah, Koordinator Departemen Kaderisasi PKPT IPPNU UIN WALISONGO Semarang.

Kerjasama yang dilakukan oleh mahasiswa KKN dengan PKPT IPNU-IPPNU sangat diapresiasi oleh Dosen pembimbing lapangan, Moh Rofiq. M.Pd.
Menurut Moh Rofiq dengan adanya campur tangan organisasi tertentu dalam menyukseskan acara webinar Moderasi Beragama ini, menunjukkan bahwa muatan moderasi beragama sangat penting ada untuk generasi saat ini.

Menanggapi hal yang demikian Achmad Saifuddin Nadhif mengakui bahwa muatan moderasi beragama sejalan dengan visi yang dibangun PKPT IPNU-IPPNU UIN WALISONGO Semarang. Dengan demikian dari pihak PKPT IPNU-IPPNU UIN WALISONGO Semarang akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang mengandung unsur positif seperti webinar moderasi beragama tersebut.

Ketua PKPT IPNU UIN WALISONGO Semarang tersebut juga menambahkan, bahwa PKPT IPNU-IPPNU UIN WALISONGO Semarang akan selalu siap apabila diajak bekerja sama di lain waktu, namun tentunya dengan syarat sejalan dengan prinsip yang ditanamkan.

Pesan dan arahan selanjutnya disampaikan oleh pemateri. Dalam pemaparan materi, Endang Supriadi menyampaikan bahwa moderasi Beragama harus dipahami secara betul dan utuh. Lulusan S2 jurusan Sosiologi FISIPOL Universitas Gajah Mada tersebut menekankan bahwa generasi millenial apalagi mahasiswa harus jeli dalam melihat fenomena sosial yang ada.

“Banyak kasus terorisme maupun kekerasan lainnya di berbagai belahan dunia terjadi dikarenakan kurangnya pemahaman agama secara mendalam. Pada intinya tidak ada agama yang mengajarkan dan membenarkan kekerasan terhadap individu maupun kelompok lain. Adapun apabila hal tersebut ada di masyarakat, hal tersebut merupakan ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” ucap Endang Supriadi, M.A. dalam Webinar Moderasi beragama.(kel-107/asz)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here