Menjadi Ujung Tombak, Kepala Desa dan Sekretaris Desa Harus Paham Pengelolaan Keuangan Desa

Bintek Pemahaman Korupsi dan Nilai Integritas kepada Kepala Desa, Kamis (10/6/2021) (foto:istimewa/sigijateng)

PATI (Sigi Jateng) – Kepala Desa sebagai pimpinan pemerintahan desa bersama Sekretaris Desa sebagai pelaksana administratif desa, menjadi ujung tombak pelaksanaan pembangunan di desa, yang apabila kurang hati-hati serta kurang memahami pengelolaan keuangan desa akan rawan sekali “tergelincir” untuk melakukan tindak pidana korupsi. 

Hal ini disampaikan Camat Pucakwangi, Tri Wijanarko, pada kegiatan Pemahaman Korupsi dan Nilai Integritas kepada Kepala Desa dan Sekretaris Desa se-Kecamatan Pucakwangi di Aula Kecamatan Pucakwangi, dikutip dari berita patikab.go.id, Kamis (10/6/2021).

Semetara itu, Teguh Nugroho, Penyuluh Anti Korupsi yang telah tersertifikasi LSP KPK, menyampaikan bahwa korupsi adalah “extra ordinary crime”, kejahatan luar biasa yang perlu upaya-upaya luar biasa juga untuk memberantasnya.

Ada 3 strategi pemberantasan korupsi, yaitu perbaikan sistem, edukasi/kampanye, dan tindakan represif. Kegiatan ini adalah salah satu bagain dari edukasi/kampanye, yang bertujuan agar masyarakat tidak mau melakukan korupsi. 

Lebih lanjut, dijelaskan tentang pengertian korupsi, penyebab korupsi, jenis-jenis korupsi, indeks persepsi korupsi, role model negara yang terbaik dalam pemberantasan korupsi, strategi pemberantasan korupsi, penguatan nilai-nilai integritas (nilai-nilai antikorupsi) dan contoh tokoh berintegritas. 

Dengan kegiatan ini di diharapkan  akan tumbuh pemahaman para Kepala Desa, Sekretaris Desa beserta seluruh unsur perangkat desa tentang apa saja yang termasuk korupsi, sehingga sedapat mungkin bisa menghindarinya. 

Selain itu diharapkan juga semua pihak bisa mengambil peran dan beraksi dalam menyebarkan virus antikorupsi di lingkungan masing-masing. (Agung)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here