‘Mata Dewa’ Dukung Waduk Bener, Warga Jangan Mudah Terprovokasi

Puluhan tokoh masyarakat Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo saat pertemuan kemarin malam. ( foto ist)

PURWOREJO ( sigijateng.id ) – Puluhan tokoh masyarakat Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo yang tergabung dalam komunitas Masyarakat Terdampak Desa Wadas (Mata Dewa), berkumpul di salah satu rumah warga, kemarin malam. Mereka sepakat mendukung  terealisasinya  Proyek Pembangunan Waduk Bener.

Terkait maraknya berita hoaks, serta hasutan dari luar daerah, Mata Dewa berharap,  warga Wadas jangan mudah terprovokasi.  

Koordinator  Umum Komunitas  Mata Dewa, Emha Syaiful Mujab mengatakan pada dasarnya, watak  masyarakat Wadas  adalah  cinta damai, rukun, dan guyub. Namun belakangan  ini, kekompakkannya  luntur, menyusul rencana pemerintah membangun mega proyek Waduk Bener.    

 “Warga sini sebenarnya humanis, bahkan agamis. Namun, saat ini, kekompakannya menjadi terbelah.  Warga menjadi tidak kompak, ada yang pro dan kontra terhadap Bendung Bener. Bahkan, sesama tetangga saling curiga, dan sebagainya, karena ada provokasi dari masyarakat luar,” kata Gus Ipul dalam siaran tertulisnya.

Menurut kyai yang akrab dipanggil Gus Ipul ini,  pada awalnya, seluruh warga Desa Wadas setuju jika lahan miliknya untuk  area penambangan batu (proyek kuari). Alasannya, jika kebun kosong  tersebut  ditambang, maka pemiliknya akan mendapat ganti untung. Selain itu,  diyakini, Bendung Bener  bakal  mendatangkan kemaslahatan bagi orang banyak. Namun kemudian berubah setelah diduga muncul provokator, dan orang-orang yang disebut provokator tersebut bukan penduduk Desa Wadas.

Ditengarai, para provokator tersebut tidak sekadar memberi pandangan berbeda  soal proyek strategis Bendungan Bener, maupun terhadap Proyek Kuari. Melainkan sudah mengarah pada tindakan intimidasi atau ancaman tindak kekerasan.

“Mbok nek saget, aparat keamanan, seperti kepolisian, ikut berusaha agar kondisi Wadas kembali seperti semula. Antar-tetangga tidak saling mengancam, tidak saling curiga, dan tidak saling mengolok-olok. Harapan kita, agar para provokator keluar dari Wadas. Kami juga butuh bantuan aparat, agar  mereka tidak di Wadas”, ujar Gus Ipul. (aris)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here