Masih Pakai Terminal Darurat, Presiden Puji Bandara JB Soedirman

Presiden Joko Widodo saat meninjau pembangunan di Bandara JB Soedirman, Purbalingga, Jumat (11/6/2021). Foto : Istimewa

PURBALINGGA (Sigi Jateng) –  Presiden Joko Widodo atau Jokowi memuji pelaksanaan operasional Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga yang sudah berjalan meskipun terminalnya belum rampung alias masih memakai terminal darurat.

“Saya senang, meskipun terminalnya masih terminal darurat, tapi bandaranya sudah dipakai. Saya kira lebih produktif seperti itu, daripada kita harus menunggu terminalnya selesai baru dilakukan penerbangan. Cara-cara cepat seperti ini yang akan terus kita lakukan terhadap bandara-bandara lain yang dalam proses dibangun,” ujar Jokowi saat meninjau ke lokasi, seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (11/6/2021).

Bandara Soedirman yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) telah mulai beroperasi sejak 1 Juni 2021 dan melakukan penerbangan komersil perdananya pada 3 Juni 2021. Untuk sementara hanya melayani penerbangan pada hari Kamis dan Sabtu yang dilayani pesawat ATR-72 milik maskapai Citilink.

Dalam hal ini, pesawat tersebut melayani rute dari Bandara Juanda menuju Bandara JB Soedirman dan selanjutnya ke Bandara Halim Perdanakusuma. Kemudian dari Bandara Halim Perdanakusuma, pesawat tersebut kembali ke Bandara JB Soedirman dan selanjutnya menuju Bandara Juanda.

Jokowi berharap bandara ini dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di bagian selatan Provinsi Jawa Tengah itu.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Tengah, Ibu Bupati Purbalingga dan seluruh daerah sekitar Purbalingga yang telah banyak ikut berkontribusi dalam pembangunan ini,” tutur Jokowi.

Bandara Soedirman dibangun selama 2 tahun yaitu pada 2019 – 2021 yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II (Persero). Bandara tersebut dibangun di atas lahan seluas 115 hektar oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai kontrak sebesar Rp231 miliar.

Konstruksi Tahap I terdiri dari pekerjaan landas pacu sepanjang 1.600 meter dan lebar 30 meter, “taxiway”, apron komersial dan militer, serta terminal penumpang sementara dengan kapasitas 98.812 penumpang per tahun. Pesawat yang bisa dilayani adalah ATR 72-600 atau yang sejenis dengan kapasitas 78 penumpang.

Rencana pengembangan 2.200 meter direncanakan akan mulai dikerjakan pada kuartal I 2022 dengan target operasional kuartal I 2023 serta target luas terminal 13.000 meter persegi sehingga dapat menampung sekitar 200 ribu penumpang per tahun. (Dye)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here