Masih Belum Puas, 70 Pedagang Konveksi Johar Utara Datangi Dinas Perdagangan

Andi, perwakilan 70 pedagang konveksi Johar Utara Bawah yang terlempar ke Shopping Centre Johar (SCJ) saat diwawancara di halaman kantor Dinas Perdagangan Kota Semarang. (Foto; Mushonifin/sigijateng.id)

SEMARANG (Sigi Jateng) – 70 Pedagang Johar Utara Bawah yang terlempar ke Shopping Centre Johar (SCJ) kembali mendatangi Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk menyatakan ketidakpuasan penempatan mereka di tempat baru dalam undian aplikasi E-Pandawa.

70 pedagang itu adalah pedagang konveksi korban kebakaran pasar Johar pada 2015 lalu yang berada di bangunan Johar Utara Bawah di mana sebenarnya masuk dalam zonasi pedagang konveksi. Namun karena kapasitas yang saat ini dikurangi hingga lebih dari 60 persen dan akan difungsikan menjadi pasar wisata, maka sebagian pedagang dipindah zonasi penempatannya, salah satunya di SCJ.

Andi, perwakilan 70 pedagang konveksi Johar Utara Bawah yang terlempar ke SCJ itu mengungkapkan ketidakpuasannya. Dia merasa tidak mendapat kejelasan yang memadai terkait penempatan tersebut. Apalagi penempatan di SCJ baru dilakukan April tahun 2022 mendatang.

“Kami, 70 pedagang di sini hanya ingin meminta kejelasan terkait lapak kami yang tidak jelas di mana. Kami hanya menerima notifikasi (di aplikasi E-Pandawa) menempati Shopping Centre Johar (SCJ) namun tidak jelas posisi persisnya di mana, di lantai berapa, dan dengan penataan seperti apa. Bahkan penempatan baru bisa dilakukan pada April 2022,” ujarnya di halaman kantor Dinas Perdagangan usai beraudiensi dengan Kepala Dinas Fravarta Sadman pada Senin siang (11/10/2022).

Andi menyesalkan kebijakan Pemerintah Kota Semarang yang melarang lantai dua Johar Utara untuk digunakan, hal itu menyebabkan banyak pedagang yang terlempar.

“Keinginan kami jelas ingin dikembalikan ke lapak asal kami (sebelum kebakaran) di bangunan Johar Utara baik lantai satu ataupun lantai dua. Namun sekarang justru Pemkot melarang lantai dua ditempati pedagang. Bahkan sayap kanan dan saya kiri los tidak ada lapak. Kami belum tahu untuk apa,” urainya.

“Kami selaku pedagang konveksi jelas ingin kembali ke Johar Utara Bawah yang mana di situ memang sejak awal adalah zona konveksi,” imbuhnya.

Sementara pedagang asli Johar Utara yang berdagang konveksi terusir, Andi ma;lah melihat keanehan dengan adanya beberapa pedagang makanan yang masuk ke zona konveksi tersebut. Itu jelas membuat 70 pedagang tersebut merasa tidak adil.

“Alasan kami tidak boleh kembali ke Johar Utara karena kapasitasnya saat ini berkurang sangat drastis. Cuman masalahnya ada pedagang yang awalnya tidak di Johar Utara Bawah sekarang kok malah di sana, seperti pedagang dari YAIK baru, PM, pedagang makanan dan bahan-bahan, serta dari Dagangan Terbuka (DT). Sedangkan kami yang asli menempati Johar Utara Bawah malah dilempar keluar,” pungkasnya. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here