Manfaatkan Potensi Yang Ada, PKM UPGRIS Latih Perajin Bambu

PKM UPGRIS mencoba menggandeng kelompok perajin bambu untuk mengembangkan potensi yang ada, Kamis (5/8/2021) (foto:agung/sigijateng)

BLORA (Sigi Jateng) – Melimpahnya potensi bambu di Desa Trembulrejo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora Jawa tengah menarik minat Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) untuk menjadikannya sebuah kerajinan bernilai seni tinggi.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), UPGRIS mencoba menggandeng kelompok perajin bambu untuk mengembangkan potensi tersebut.

Ketua tim PKM UPGRIS, Iin Purnamasari mengatakan, pengembangan kerajinan bambu dilakukan bertujuan untuk menyelesaikan masalah serta pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang ada.

“Desa Trembulrejo memiliki potensi SDA yang sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Seperti potensi hasil bambu yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara kreatif dan marketable,” kata Iin, Rabu (4/8).

Menurutnya, Pengembangan olahan kerajinan bambu sangat perlu dilakukan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Sehingga bisa menjadikan desa tersebut menjadi sebuah sentra kerajinan bambu di Kabupaten Blora.

“Melalui PKM ini dilakukan kemitraan terkait potensi tersebut bersama kelompok perajin bambu. Kelompok ini diharapkan dapat bermitra secara sinergis dalam memberdayakan kelompok perajin di masa dan pasca pandemi Covid 19,” ucapnya.

Dalam hal pengembangan ini, kata Iin, dilakukan hilirisasi teknologi tepat guna dalam mengolah kreasi bambu. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi modern berupa Laser Computer Numeric Control (CNC).

“Melalui teknologi modern ini diharapkan bisa mengembangkan industri kreatif berbasis teknologi dalam mewujudkan ketanggungan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iin mengatakan selain dilakukan hilirisasi peralatan mesin juga dilakukan pendampingan sebagai advokasi yang dikemas dalam short course dengan persentase kegiatan 70% praktik dan 30% teoretik.

” Dalam hal ini, kemitraan juga dilakukan dengan pihak Desa yang memberikan dukungan dalam perwujudan Gallery Bamboo Arts Desa Trembulrejo. Dengan demikian, diharapkan program ini berkesinambungan dan menjadi salah satu pengembangan ekonomi masyarakat yang tangguh dalam segala kondisi termasuk di masa dan pasca pandemi,” terangnya.

Kepala Desa (Kades) Trembulrejo, M. Imfroni menyambut baik kemitraan yang dijalin dan mengharapkan adanya pendampingan lebih lanjut kepada kelompok perajin bambu agar mampu memproduksi industri kreasi kerajinan bambu yang memiliki nilai jual.

“Semoga kemitraan ini bisa berjalan dengan baik dan diharapkan menjadi salah satu karakter ekonomi masyarakat di desa Trembulrejo,” harapnya. (Agung)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here