Maksimalkan Fungsi Masjid, TPQ Smart Baitussolihin Plombokan Gelar Sedekah Akbar

Fredy Sadiki bersama santri dan anak yatim piatu dalam acara sedekah akbar dan buka bersama Masjid dan TPQ Baitussolihin Plombokan Semarang Utara

SEMARNG ( sigijateng.id ) Hari-hari terakhir bulan Ramadan menjadi momentum yang istimewa untuk terus memperbanyak dan meningkatkan amal kebajikan.

Semangat ini yang mendorong Fredy Sidiki Pembina Masjid dan Pimpinan TPQ Smart Baitussolihin di Kelurahan Plombokan Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang melakukan kegiatan sosial yang bertema Sedekah Akbar Masjid Baitossolihin.

Kenapa disebut sedekah akbar? Karena sasaran penerima sedekah ramadhan ini hampir mencapai 200 warga duafa, janda dan anak yatim yang jarak tempat tinggal mereka hanya di seputaran masjid.

Salah satu Janda Dhuafa Penerima Sedekah bersama Pembina Masjid dan TPQ Baitussolihin Fredy Sidiki. Janda tua ini diketahui kadang makan nasi aking saat makanan pokok lain menipis

“Benar-benar warga terdekat dulu yang kami utamakan. Sasaran harus tepat. Para penerima kami dapatkan data dari RT yang kemudian kami survey dengan datang melihat kondisi warga satu per satu,”jelas Fredy Sidiki.

Bagi warga duafa santunan yang berikan berupa uang, sedangkan bagi anak yatim dan santri dari keluarga tidak mampu mendapat santunan uang dan bingkisan lebaran.

“Dengan memberikan santunan uang itu kadang lebih efektif dan terpakai. Karena beberapa warga ada yang saat kami datangi rumahnya sudah penuh dengan bantuan beras dari banyak pihak. Justru kadang untuk membeli lauk mereka tidak ada uang. Namun sedekah sembako tetap penting juga,” tambah Fredy.

Tidak hanya di bulan ramadhan, aksi sedekah Masjid dan TPQ Smart Baitussolihin ini juga berlangsung tiap bulan.

Fredy sekaligus mengajak kepada para pengurus masjid dimanapun berada agar memaksimalkan peran dan fungsi masjid.

“Masjid bukan hanya sarana ibadah tapi juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan. Selain tempat ibadah, di masjid ini kami rutin pengkajian agama bahkan ilmu umum. Mentor juga mengajar mata pendidikan seperti bimbel. Kami juga membentuk Club Tahfidz sebagai tempat belajar hafalan Alquran bersama ahlinya,” jelas Fredy, pria kelahiran Gorontalo ini.

Sementara untuk fungsi sosial, masjid sangat efektif menjadi sarana kita menitipkan sedekah untuk meringankan sesama.

Satu lagi, fungsi ekonomi. Masjid Baitussolihin membuka warung masjid, unit usaha jamaah masjid yang dikelola untuk kemaslahatan  masyarakat sekitar.

Fredy syukur mendapati masjid yang ia kelola merupakan masjid di kawasan marjinal  sehingga upaya pemberdayaan masyarakat sekitar lebih tepat sasaran.

“Kami berterima kasih kepada para donatur yang ikhlas dan rutin menitipkan sedekah untuk meringankan kebutuhan warga sekitar sekaligus pemberdayaan sumber daya manusia setempat,” jelas Fredy.

Sebagian besar masyarakat bekerja serabutan seperti tukang becak, pemulung, tukang sampah,  tukang ojek dengan penghasilan tidak tetap. “Ada janda tua yang sampai harus makan nasi aking ketika beras habis. Ada Kepala rumah tangga yang pegawai tetap di perusahaan tertentu namun  dari hasil wawancara kami, penghasilannya hanya Rp. 1.5 juta dan harus menanggung 4 anak,” ungkap Fredy miris.

Berita Terbaru:

Karenanya Fredy mendorong pengurus masjid dimanapun berada untuk kreatif, mengamati lingkungan sekitar dan mencarikan jalan keluar jika mendapati ada persoalan sosial. Agar berkah masjid dirasakan semakin luas oleh masyarakat.

Sedekah Akbar Masjid dan TPQ  Baitussolihin dilaksanakan Jumat  ( 7/52021) di aula masjid. Sebagian warga penerima diundang hadir ke masjid sekaligus buka bersama.

Pembagian sedekah tetap mematuhi protokol kesehatan sehingga bagi yang tidak hadir pengurus akan mendatangi rumah warga.

Penerima sedekah tidak hanya warga di Kelurahan  Plombokan namun meluas hingga ke wilayah Kelurahan Bululor, Brotojoyo dan Udowo Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang.  (Shinta Ardhan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here