Lomba Berburu Babi Hutan Perbakin Jateng Diikuti 173 Peserta dari 6 Provinsi

Jalannya teknikal meeting ( TM) secara virtual dipimpin oleh Ketua Panitia Pelaksana George Edward Manurip di Sekretariat Pengprov Perbakin di Komplek Jatidiri Semarang Kamis (27/5/2021).

SEMARANG ( Sigijateng.id ) – Lomba berburu babi hutan Perbakin Jateng tingkat nasional ”Jateng Open 2”, digelar Jumat sampai Minggu (28 – 30/5/2021) diikuti oleh 173 peserta deri 6 provinsi. Lomba berburu babi hutan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2021 ini memperebutkan hadiah uang total Rp 14 juta dan piagam.

Memulai lomba berburu babi hutan ini telah dilakukan teknikal meeting ( TM) secara virtual dipimpin oleh Ketua Panitia Pelaksana George Edward Manurip dari Sekretariat Pengprov Perbakin di Komplek Jatidiri Semarang Kamis (27/5/2021). Acara TM ilanjut dengan pembukaan secara resmi lomba berburu babi hutan  oleh Ketua Harian Perbakin Pengprov Jateng Heri Sulistiyanto, kemudian ditutup dengan selamatan potong tumpeng.

Potong tumpeng pada saat TM jelang lomba berburu babi hutan, Perbakin Jateng.

George Edward Manurip mengatakan, jumlah peserta lomba berburu babi hutan tingkat nasional ”Jateng Open 2” adalah 173 orang. Mereka berasal dari enam provinsi, yakni Jawa Tengah 134 peserta, Aceh 6 peserta, Riau 4 peserta, Bali 2 peserta, Jogja 7 peserta dan DKI 20 preserta.

“Jumlah peserta kali ini meningkat dibanding tahun 2020 kemarin  bertambah. Namun jumlah Pengprov (provinsi) yang ikut menurun. Padahal target kami, jumlah pengprov yang ikut juga bertambah,” kata  George Edward Manurip kepada wartawan.

Dikatakan pria yang akrab disapa Dongki, menurunnya jumlah pengprov yang ikut karena peserta kawatir terkena virus babi piaraan. Karena berdasarkan pengakuan mereka, di beberapa provinsi sudah ada kejadian virus babi piaraan menular ke babi hutan.

“Ini alasan mereka, sehingga membatalkan untuk ikut. Ada beberapa pengprov yang menyempaikan demikian. Tapi tidak masalah, kita hormati keputusan mereka. Toh, dari jumlah peserta juga naik,” kata Dongki.

Adapun lomba kali ini dibagi dua kategori yakni Jateng dan luar Jateng/nasional. Syarat utama peserta lomba adalah anggota Perbakin, memiliki buku pas Senjata Api yang digunakan berburu yang masih berlaku, dan memiliki SIASA yang berlaku terhadap senpi yang akan digunakan mengikuti

lomba. Dan yang ditimbang untuk dilaporkan hasil buruanya adalah babi dalam bentuk lengkap alias dengan isi perutnya.

Untuk wilayah Luar Jawa Tengah diperbolehkan ditimbang dilokasi berburu dengan mengirimkan kepada jury berupa foto dan video saat hasil buruan ditimbang dan wajib menggunakan timbangan digital. Pengrov yang tidak memiliki wilayah berburu, seperti Jogja, Bali dan Jakarta bisa berburu ke wilayah provinsi lain.

“Peserta punya kesempatan melaporkan hasil buruanya hingga tiga kali, mulai Jumat dini hari pukul 00.01 (28/5/2021) sampai Minggu siang pukul 12.00 (30/5/2021). Setelah hasil babi buruan ditimbang dan difoto untuk dilaporkan ke panitia harus langsung dipotong telinga kirinya, tujuannya agar tidak dilaporkan lagi sebagai hasil buruannya. Pemenangnya adalah yang paling berat hasil buruannya,” kata Dongki.

Ketua Harian Perbakin Pengprov Jateng Heri Sulistiyanto menyatakan berterima kasih kepada semua peserta yang telah turut serta mengikuti  TM sebelum lomba digelar dengan sungguh-sungguh. Tujuan dari TM untuk memproteksi akan terjadinya protes di kemudian hari. Karena saat TM ini semua dipaparkan aturan lomba dan peserta juga diberi kesempatan untuk bertanya terhadap hal-hal yang belum jelas.

“Mari kita ikut lomba ini dengan menjunjung tinggi nilaai-nilai supportivitas. Mari kita satuka tekad dan tujuan, yaitu kebersamaan dan menyalurkam hobi masing maising,” kata Heri.

Heri berpesan agar peserta juga mematuhi protocol kesehatan selama berburu, mengingat saat ini masih pandemi covid-19. Selain itu, para peserta juga berkomunikasi dengan Polsek setempat, selaku pemangku wilayah tempat berburu.

“Pesan saya, kulonuwun dulu ke Polsek tempat kita berburu. Jangan asal masuk. Dan taati protocol kesehatan,” pintanya.

Adapun hadiah untuk para pemenang lomba, Wilayah Jawa Tengah, Juara Pertama (Rp 3.000.000 + piagam), Kedua (Rp 2.000.000 + piagam), Ketiga (Rp 1.000.000 + piagam), Keempat (Rp 750.000 + piagam), Kelima (Rp 500.000 + piagam). Untuk Wilayah Luar Jawa Tengah/ Nasional, Juara Pertama (Rp 3.000.000 + piagam), Kedua (Rp 2.000.000 + piagam) dan Ketiga (Rp 1.000.000 + piagam)

Untuk posko penimbangan Penimbangan Khusus wilayah Jawa Tengah di Kajen (Pekalongan), Slawi Tegal, Purworejo dan Surakarta. (Aris)

Berita terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here