Lama Tak Beroperasi, Satlantas Polresta Solo Kembali Hidupkan Tilang Elektronik

Kasat Lantas Polresta Solo, Kompol Afrian Satya Permadi

SOLO (Sigi Jateng) – Setelah lama berhenti, program Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik bakal kembali dihidupkan Satlantas Polresta Solo. Hal ini menyusul dengan program Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

” Kami juga akan menerapkan e-tilang, sesuai arahan Polri. Namun masih ada sejumlah perbaikan di sistem dan kamera,” terang Afrian mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Namun, Satlantas masih harus memperbaiki sistem serta sejumlah kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di beberapa penggal jalan. Sejalan dengan arahan Kapolri, Beberapa daerah di Polda Jawa Tengah pun akan menerapkan e-tilang.

Kasatlantas mengaku belum mengetahui berapa jumlah CCTV yang perlu diperbaiki, saat ini masih dilakukan pengecekan serta pendataan oleh anggota

” Ini masih kita cek lagi, karena selain penambahan nanti kita revitalisasi peralatan yang sudah rusak,” ujarnya.

Terkait jumlah CCTV yang terpasang, Afrian mengatakan dari data terakhir yang dia pegang, sedikitnya ada 66 unit CCTV yang tersebar di sejumlah penggal jalan. Petugas sendiri bisa memantau hingga mengendalikan CCTV tersebut melalui Ruang Traffic Management Control Polresta Solo.

Kompol Afrian juga menjelaskan bahwa kamera yang digunakan berbeda dengan kamera CCTV yang dimiliki Dishub Solo. Namun nantinya akan dilakukan sinkronisasi.

” Karena ada beberapa titik dimana terpasang CCTV Dishub, namun tidak terpasang CCTV kita, dari pada pasang dobel, lebih baik kita sinkronkan,” jelasnya.

Terkait alasan berhentinya pelaksanaan e-tilang, mengingat program ini sudah sempat berjalan tahun 2019 silam, Afrian mengaku masih mempelajarinya. Namun berdasarkan penjelasan pejabat sebelumnya, yakni pada Juli 2019, kondisi kamera masih bagus namun ada sistem yang perlu diperbarui.

Untuk teknis penilangan dan pembayaran denda, Afrian mengatakan polisi akan mengirimkan surat tilang ke rumah pemilik kendaraan sesuai STNK. Pembayaran denda dilakukan lewat transfer bank.

” Prosesnya kita kirim surat tilang ke alamat pelanggar. Ada proses konfirmasi dulu. Kalau kendaraan sudah pindah tangan akan kita minta nomor telepon. Nanti diblokir Samsat, tidak bisa pajak sebelum bayar denda. Pembayaran nanti transfer lewat BRI Virtual Account. Jadi sudah tidak ada lagi titip-titipan,” pungkasnya. (Raditya Hermansyah)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here