Koekraf Kendal Siap Bersaing Majukan Parekraf di Tingkat Lokal Hingga Nasional

Fokus Grup Discussion dan pembentukan Komite Ekonomi Kreatif Kendal kerjasama Baperlitbang dan Dinporapar Kendal digelar di River Walk Boja, Kamis (08/04/2021).

Kendal (Sigi Jateng) – Komite Ekonomi Kreatif (Koekraf) Kendal hasil bentukan berbagai lintas komunitas di Kabupaten Kendal siap bersaing memajukan industri pariwisata dan ekonomi kreatif UMKM bak ditingkat lokal hingga nasional.

Hal itu terungkap dalam sebuah forum discussion group (FGD) yang dilaksanakan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata kerjasama bareng Baperlitbang Kendal yang digelar di River Walk Boja Kendal, Kamis (8/4/2021).

“Iya, Komite ekonomi kreatif ini nantinya akan mendorong perekonomian di Kendal dan sekaligus memberikan masukan arah kebijakan pemerintah untuk mengembangkannya,” ujar Kardiyantomo, Kabid Pariwisata Dinporapar Kendal.

Menurutnya, melalui  Komite Ekonomi Kreatif (Koekraf) ini harapannya bisa melahirkan gagasan jangka panjang dan bisa merangkul semua bidang ekonomi di Kendal untuk bisa bersaing baik di pasar lokal maupun nasional.

“Ini sekaligus membantu mewujudkan visi dan misi bupati dan wakil bupati yang akan mengembangkan perindustrian dan pariwisata termasuk didalamnya ekonomi kreatif,” tuturnya.

Koekraf ini, lanjut Kardiyantomo, juga menjadi wadah bagi pelaku industri kreatif dalam upaya mengangkat pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kendal. “Mereka para pegiat kreatif menyatukan pandangan untuk bersama memajukan ekonomi kreatif di Kendal,” tandasnya.

Ketua Koekraf Jawa Tengah, Ahmad Khairudin mengatakan pengembangan ekonomi kreatif dapat dilakukan melalui pengembangan riset dan pendidikan, penyediaan infrastruktur, pengembangan sistem pemasaran, dan perlindungan hasil kreativitas.

“Komite Ekonomi Kreatif ini menjadi mitra pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan sesuai dengan arah perkembangan ekonomi kreatif berskala global. Terpenting, memulihkan kelesuan industri ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19,” jelasnya.

Ia menambahkan, baru ada 3 provinsi yang sudah membuat peraturan daerah tentang ekonomi kreatif yakni Riau, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sedangkan di Jawa Tengah sudah ada 8 kabupaten dan kota yang memiliki Komite Ekonomi Kreatif.

Seperti diketahui pembentukan Komite Ekonomi Kreatif Kendal secara aklamasi terpilih Joko Tusyawan sebagai ketua untuk membangkitkan ekonomi kreatif di Kendal. “Kita akan merangkul seluruh komunitas yang ada di Kendal untuk bersama-sama memajukan ekonomi kreatif. Sesuai dengan kemampuan dan potensinya untuk membangun Kendal,” tukasnya. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here