KKN UIN Walisongo Adakan Webinar Moderasi Agama Diikuti 150 Peserta

SIGIJATENG – Di Indonesia, Covid-19 menjadi permasalahan yang kompleks, dimana banyak ulama atau tokoh agama yang tidak mempercayai adanya Covid-19 dan menganggap hal tersebut sebagai strategi konspirasi dari kelompok Islamofobia. Sudah banyak himbauan untuk mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah, juga fatwa yang dikeluarkan oleh MUI, NU, Muhammadiyah terkait pelaksanaan ibadah di tengah pandemi, akan tetapi masih ada fatwa ulama yang tidak setuju dengan prokes yang berlandaskan dalil-dalil agama.

Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa kelompok 12 yang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram Dari Rumah (KKN MIT DR) menyelenggarakan webinar moderasi beragama dengan tema “Menyikapi Pandemi Covid-19 Secara Moderat”.

Wahyu Abadi, selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan bahwa diadakannya webinar dengan tema tersebut bermaksud untuk memberikan wawasan dan berpikir moderat dalam menyikapi dua pendapat berbeda mengenai wabah Covid-19.

Webinar yang diselenggarakan secara gratis dan terbuka untuk umum ini dilaksanakan melalui platform Google Meet pada hari Sabtu (31/07) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan webinar ini menghadirkan dua orang narasumber, yaitu, M. Zainal Abidin selaku pimpinan Redaksi Jawa Pos Radar Kudus, dan Rabi’atul Adawiyah, Lc., M.S.I., yang juga sebagai Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang. Diawali dengan sambutan dari Singgih Muheramtohadi, M. E. I. selaku Dosen Pembimbing Lapangan kelompok 12, dengan keynote speaker M. Rikza Chamami, M. S. I., webinar yang berlangsung selama kurang lebih 120 menit ini dihadiri oleh lebih dari 50 peserta.

Ibu Rabi’atul Adawiyah, sebagai narasumber mengatakan bahwa moderat pada masa pandemi ini artinya adalah melaksanakan ajaran agama dengan mengambil posisi tengah dari dua sikap yang berseberangan dan berlebihan sehingga tidak berlebihan ekstrim yang terlalu keras dan tidak juga permisif.

“Maka kita juga harus mengendalikan diri untuk tidak berkomentar terhadap hal yang memang kita tidak mengetahui, begitu juga tentu tetap menghargai keragaman dan perbedaan yang ada,” ujar Rabi’atul Adawiyah.

“Dalam menghadapi kondisi ini kita harus komprehensif dalam mencari data Covid-19, tetap jalankan prokes, memberi pemahaman secara pelan-pelan, penyebaran penyakit ini tidak bisa disamaratakan antar wilayah, bentuk kelompok peduli warga, dan manajemen kas rumah ibadah untuk sosial dalam membantu pandemi saat ini,” kata Zainal.

Zainal juga menambahkan bahwa sikap moderat yang dimaksud adalah adanya pemetaan kecil-kecil di sebagian wilayah yang sudah membaik agar masyarakat tetap bisa melanjutkan aktifitas secara normal dan pekerja yang berada di sektor non-formal tetap hidup. (das/ked/asz)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here