Kisah Santri yang Tertunda-tunda Vaksin Keduanya, dan Perempuan di Semarang Takut Divaksin, Begini Katanya Setelah Disuntik

M Rafid saat menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum divaksin di Puskesmas Kedungmundu Semarang, Sabtu (18/12/2021) ( foto aris syaefudin/sigijateng.id)

SEMARANG (Sigijateng.id) – Seorang santri di Kudus, M Rafid (18) harus menunda hingga lebih dari 2 pekan untuk melakukan vaksin keduanya. Akhirnya, remaja asal Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang ini menjalani vaksin kedua di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang, Sabtu (18/12/2021).

“Alhamdulillah. Akhirnya sudah vaksin kedua,” kata Rafid ditemui usai vaksin di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang.

Rafid mengatakan, dirinya ikut vaksin pertamanya di salah satu puskesmas di Kudus tidak jauh dari asrama pondoknya pada 4 September 2021 dengan vaksin jenis Astra Zeneca. Berdasarkan keterangan di surat vaksin, vaksinasi kedua akan diberikan pada tanggal 27 Novomber 2021. Namun hingga tanggal 27 November tidak ada informasi panggilan vaksin.

“Karena tidak ada panggilan / informasi lewat WA, lalu ustadz saya tanya ke petugas kesehatan terdekat, dan diberi tahu agar ikut vaksinasi kedua di balai desa pada Kamis (16/12/2021),” kata Rafid.

Petugas Puskemas Kedungmundu Semarang saat memeriksa kesehatan peserta vaksi, Sabtu (18/22/2021) ( foto aris syaefudin/sigijateng.id)

Namun demikian, vaksin keduanya belum terlaksana pada 16 Desember. Saat ke balai desa, diberi tahu kalau vaksinasi batal dilakukan dan ditunda sehari kemudian, yakni Jumat (17/12/2021).

“Karena di asrama pondok saya sendirian, teman santri lain sudah pulang, kamis siang saya pulang ke Semarang. Kebetulan santri lain, ikut vaksin Sinovac dan sudah menjalani vaksi kedua,” katanya.

Saat di rumah, Jumat (19/12/2021) pagi berusaha mencari informasi lewat internet tempat-tempat vaksinasi di Kota Semarang. Dan mendapat informasi, bahwa di hari Sabtu (18/12/2021) di Puskesmas Kedungmundu ada vaksin jenis Astra Zeneca.

“Kami sempat kawatir juga, kalau tidak jadi divaksin lagi. Karena petugas sempat bilang agar menunggu sampai jumlah orang yang vaksin jenis Astra sampai 10 orang. Intinya disuruh nunggu saja, nanti akan dipanggil. Setelah menunggu sekitar 30 akhirnya dipanggil untuk vaksin. Alhamdulillah,” katanya.

Paska vaksin, Rafid mengaku tidak merasakan apa-apa. Lengan tempat suntik vaksin sempat tarasa kemeng, namun hanya sebentar saja. “Plong. Karena tertunda sapai lebih dari setengah bulan dari jadwal,” kata dia.

Dikatakan Rafid, vaksinasi adalah salah satu ihtiar untuk mecegah terpaparnya varus corona. Vaksinasi ini untuk menambah imun tubuh agar kebal terhadap datangnya virus corona.

“Meski sudah vaksin, saya tetap memak makser dan berusaha menjaga jarak. Informasinya, saat ini virus corona masih ada. Bahkan ada varian baru namanya Omicron sudah masuk di Indonesia. Jadi kita harus selalu taat protokol kesehatan,” sarannya.

Sementara itu, seorang perempuan, Yanti (40) mengatakan kalau saat ini baru menjalani vaksin pertama. Dia mengaku takut vaksin. “Saya takut disuntik. Apalagi, ada kabar orang yang kesakitan setelah divaksin. Jadi baru kali ini saya datang ke puskesmas untuk minta vaksin,” katanya.

Keberaniannya ikut vaksin, kata Yanti, juga karena dipaksa oleh keluarganya, sebab akan pulang ke Sumatera. Perjalanan jauh melewat laut atau naik pesawat biasanya diminta menunjukkan surat vaksin atau pedulilindungi.

“Rencana kan akan pulang sebentar ke Sumatera. Jadi ini saya terpaksa datang vaskin. Alhamdulillah, ternyata tidak sakit,” kata perempuan berhijab ini.

Hari Sabtu (18/12/2021) Puskesmas Kedungmundu melayani vaksinasi dimulai pukul 07.00. Persyaratannya cukup mudah, cukup bawa foto copi KTP atau KK. Tidak bayar alias gratis. Dan terpantau, masyarakat yang ikut vaksin akhir pekan ini tidak banyak, jadi tidak antri lama.

Terpisah, Kepala Puskesmas Rowosari Tembalang Kota Semarang, H Mukti Setiawan mengatakan, saat ini warga Kota Semarang yang datang vaksin ke puskesmas memang sudah menurun. Namun dia memperkirakan, bulan Januari nanti akan ada peningkatan lagi. “Januari nanti akan meningkat lagi, karena ada yang waktunya vaksin kedua,” katanya.

Soal vaksin Astra Zeneca, kata Mukti, memang jarak vaksin pertama dan kedua agak lama, beda dengan Sinovac yang biasanya hanya dua minggu dan manusla 4 minggu. Dan satu paket vaksin Astra Zeneca juga untuk 10 orang, jadi sebelum 10 orang harus menunggu.

“Kalau vaksin Astra harus menunggu 10 orang. Kalau tidak lengkap 10 orang, berarti nanti ada sisa dan terbuang. Itu tidak boleh. Jadi kalau yang Vaksin Astra memang harus bersabar, karena vaksin keduanya ada yang ditunda-tunda,” katanya.

Disisi lain, Mukti mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menseskan program vaksinasi anak 6-12 tahun, yang akan dimulai 21 Desember. Para vaksinator akan turun ke SD-SD untuk jemput bola, melakukan vaksinasi.

“Pak wali merencanakan vaksinasi nak-anak di Kota Semarang dimulai 21 Desember. Kita akan door to door. Adapaun vaksin yang digunakan adalah sinovac,” pungkasnya. (aris syaefudin)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here