Kakek 63 Tahun Mendekam di Tahanan, Gegara Batalkan Jual Beli Tanah

Tim kuasa hukum Suryadi saat memberikan keterangan pers terkait kasus jual beli tanah di Gunungpati Semarang. Foto : Istimewa

Semarang (Sigi Jateng) – Suryadi seorang kakek warga Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Semarang, harus mendekam di sel tahanan Polsek Gunungpati. Pria yang kini berusia 63 tahun itu dipolisikan oleh S, tetangganya sendiri.

Suryadi dipolisikan karena membatalkan perjanjian jual beli tanah. Padahal sang kakek telah mengembalikan uang muka sebesar Rp30 juta milik tetangganya karena tidak menemui kesepakatan harga yang cocok.

Kisruh jual beli tanah yang berujung pidana ini bermula saat sang kakek berencana menjual tanah seluas 2.300 meter di wilayah Mangunsari Gunungpati awal tahun 2020 lalu. S, calon pembeli dengan ditemani makelar berencana membeli tanah tersebut dengan menyerahkan uang sebesar Rp30 juta sebagai uang muka.

Sang kakek memasarkan tanahnya seharga Rp900.000 per meter.  Namun pembeli meminta dengan harga keseluruhan tanah sebesar Rp900 juta. Karena tidak ditemukan kesepakatan yang cocok, Suryadi lalu mengembalikam uang muka calon pembeli.

Akan tetapi, pembatalan rencana jual beli tanah itu membuat S marah dan akhirnya melaporkan ke polisi dengan meminta kakek membayar ganti rugi 10 kali lipat uang muka yang telah diberikannya, yakni sebesar Rp300 juta rupiah.

Kuasa hukum kakek Suryadi menyayangkan perihal penahanan terhadap kliennya. Terlebih kasus tersebut mengarah pada unsur perdata,  bukan pidana . “Yang kita lakukan,  satu kita akan lapor ke Propam Polda Jateng, tembusan ke Mabes Polri. Karena ini ada indikasi mafia hukum,” kata Yonahes Sugiwiyarno, kuasa hukum Suryadi, Minggu (1/8/2021).

“Ini ada jual beli tanah, kemudian anak bukti kuitansi, tetapi bukti kuitansi itu tidak jelas. Jadi antara penjual dan pembeli tidak pernah ketemu. Jadi kuncinya ada di makelarnya,” katanya.

Sebelumnya kasus itu sempat dilakukan mediasi di kelurahan setempat, dimana tuntutan ganti rugi pembeli 10 kali lipat DP yaitu Rp300 juta diturunkan 5 kali DP yaitu Rp150 juta, namun masih dianggap berat oleh Suryadi yang hanya mampu memberi 3 kali DP yaitu 90 juta.

“Mediasi sudah pernah dilakukan. Waktu mediasi awal di rumahnya pak Kandar, saya sendiri mengonfirmasi pada yang bersangkutan bahwa harga tetap Rp900.000 per meter tapi mereka tidak mau melibatkan anak-anak katanya,” kata Ahmad Agianto, anak tersangka.

“Terus di kelurahan juga pernah mediasi, tetapi setelah itu di kepolisian pak Yohanes minta kepada kepolisian untuk dimediasi tapi dari Polsek-nya tidak ada respons,” katanya.

Diketahui, Suryadi menjadi tahanan Polsek Gunungpati sejak Senin 26 Juli 2021 lalu. Kapolsek Gunungpati AKP Agung Yudiawan saat dihubuni sejumlah wartawan membenarkan bahwa Suryadi ditahan dengan tuduhan tipu muslihat jual beli tanah dan kasusnya masih dalam penanganan polisi. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here