Kabur Usai Aniaya Teman Hingga Tewas, Debcollector Dibekuk Polisi di Jatim

Satreskrim Polres Kota Pekalongan akhirnya berhasil mengamankan SBR tersangka penganiayaan di wilayah Jawa Timur, Kamis (11/2/2021) malam.

Pekalongan (Sigi Jateng) – Ribut gegara masalah perempuan di sebuah group whatsapp, Bambang Siswanto (36) seorang pekerja debcollector warga asal Tenggulun Aceh yang bekerja di wilayah Pekalongan tewas usai dianiaya sesama teman bekerjanya sendiri.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar bulan November 2020 lalu. Bermula dari obrolan di sebuah group whatsapp DC tentang perempuan yang diduga menjadi rebutan antara korban dengan tersangka. Dan berujung hingga korban meregang nyawa ditangan temannya, kala itu.

Atas peristiwa tersebut, tersangka SBR akhirnya berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Pekalongan pelaku penganiayaan berat yang mengakibatkan korban hingga meninggal dunia di Bojonegoro, Jawa Timur pada Kamis (12/11/2021) malam.

“Kejadiannya Sabtu (7/11/2020), tersangka dan beberapa orang saksi dan korban bertemu di stadiun Hoegeng Pekalongan Barat. Entah karena masalah apa tiba-tiba tersangka menganiaya korban yang mengakibatkan korban luka berat dan dilarikan kerumah sakit, korban koma dan meninggal pada hari Senin (9/11/2020),” ujar Kapolresta Pekalongan AKBP Irwan Susanto S.I.K, SH, MH saat konferensi pers di halaman ruang Reskrim Polresta Pekalongan Kamis (11/2/2021) malam.

Setelah kejadian tersebut, lanjut Kapolres, tersangka melarikan diri dan saat ini dapat diamankan untuk dilakukan penyidikan. “Tersangka sempat lari ke Bojonegoro dan bekerja disebuah warung martabak,” imbuh Kapolres.

Tersangka mengaku selama 3 bulan ini lari ke Jawa Timur dan sempat bekerja di warung martabak, saat ini tersangka di tahan di Mapolresta Pekalongan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Tersangka dikenai pasal 351 KUHP ayat 3 tentang pengaiayaan berat yang mengakibatkan orang lain meningal dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tandas Kapolres.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, saat di mintai keterangan tersangka SBR mengaku hanya melakukan pengaiayaan dengan tangan kosong.

“Awalnya saya dan tersangka saling ejek lewat medsos. Dan selanjutnya kami sepakat bertemu di stadiun Hoegeng untuk duel satu lawan satu dengan disaksikan beberapa teman kami dan dalam perkelahian tersebut korban kalah,” ujarnya.

“Selanjutnya karena panik melihat korban yang terluka parah saya melarikan diri,” imbuh dia. (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here