Jadi Korban Mafia Tanah Rugi Rp 17 Miliar, Aktris Cantik Nirina Zubir Tak Kuasa Menangis

Nirina Zubir menyampaikan keterangan saat menggelar konferensi pers terkait kasus mafia tanah yang menjerat keluarganya di Jakarta, Rabu 17 November 2021. (Foto: Istimewa)

Jakarta (Sigi Jateng) – Aktris Nirina Zubir melaporkan asisten rumah tangganya yang sudah menggelapkan surat-surat tanah milik mendiang ibunya. ART yang bernama Riri Khasmita ini sudah ditahan atas dugaan penggelapan enam surat tanah milik mendiang ibu Nirina.

Akibatnya, keluarga Nirina mengalami kerugian hingga mencapai Rp 17 miliar.

“Ada enam sertifikat, dua yang sudah dijual dan sudah didirikan bangunan oleh pembelinya. Sisanya empat tanah dengan bangunan yang sedang diagunkan. Kurang lebih 17 miliar dari keenam bidang tanah tersebut,” ujar salah satu kakak Nirina saat melakukan konferensi pers bersama pengacara mereka, dilansir dari kanal YouTube Star Story, Rabu (17/11/2021).

Nirina lalu menjelaskan kronologis mengenai kejahatan yang dilakukan Riri Khasmita bersama suaminya Endriyanto. Riri bekerja sejak 2009 untuk mengurusi ibu Nirina.

“Dia berada di keluarga ibu saya sejak 2009, untuk berada di sekitar ibu saya, hidup dari ibu saya, tempat tinggal diberikan. Dia bukan siapa-siapa, ibu saya memiliki hati yang besar menampung dia, datang dari daerah karena tidak diterima oleh keluarga tirinya,” ujar Nirina seraya menahan tangis.

Selama mengurus ibunya, Riri mempelajari kelemahan dari keluarga Nirina. Salah satu kelemahan yang disebut Nirina adalah waktu dari anak-anaknya. “Kakak saya satu di Bali, satu di Malang dan tiga di Jakarta, semuanya dengan kesibukan masing-masing,” katanya.

Rupanya kelengahan ini dimanfaatkan oleh Riri untuk mengambil alih semua surat-surat penting milik ibu Nirina. Bahkan, ibu Nirina diminta untuk menjawab hilang jika anak-anaknya bertanya kemana surat-surat itu.

“Pernah, 2017 saya tanya mama sudah berumur surat-surat penting kalau bisa dikasih ke anak-anak, supaya disimpan. Mama saya diam aja, katanya hilang. Semua surat penting hilang, katanya jangan bikin mama rumit, sudah diurus,” ujar kakak Nirina memberi keterangan.

Kebusukan ini akhirnya terkuak ketika Riri tidak bisa membuktikan notaris yang ditunjuknya untuk mengurus kehilangan surat. Riri dan Endriyanto disebut Nirina tidak bekerja sendiri, ada tiga pejabat pembuat akta tanah (PPAT) yang ikut terlibat. Mereka adalah PPAT Ina Rosiana, Erwin Ridwan dan Farida.

“Ada lima orang, 3 sudah ditahan, Riri Khasmita dan suaminya, karena surat-surat tanah ibu saya diganti atas nama dia dan suaminya, notaris Farida dari wilayah Tangerang. Dua lagi yang sedang dipanggil untuk BAP,” ujar Nirina.

Pihak Nirina Zubir merasa yakin ada aktor intelektual dibalik kasus ini. Mereka yakin ada kumpulan orang-orang yang terdiri dari pelaku, aktor intelektual dan juga pendukung. “Sudah jelas ini suatu sindikat yang sudah biasa untuk menggelapkan sertifikat sudah biasa,” imbuh kakak Nirina. (Dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here