Inilah Enam Sukses Ibadah Puasa Bulan Ramadhan

Ilustrasi; Saat ramadhan kita juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sholat sunnah.

SIGIJATENG – Dengan datangnya Bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan untuk beribadah puasa. Ramadhan adalah bulan yang baik dan penuh berkah. Bulan penuh ampunan.

Namun akan sia-sia jika kita tidak bisa memanfaatkan bulan Ramadhan. Kita semua ingin bisa sukses dengan datangnya bulan Ramadhan ini.

Berikut enam hal yang bisa kita ilakukan agar kita sukses meraih kemulyaan bulan Rumadhan.

Pertama: Niat Ikhlas karena Allah dan Menjalankan Puasa dengan Bersunguh-sunguh

Hendaklah niat menjalankan puasa Lillahi Taa’la. Ikhlas karena Allah. Bukan karena yang lain. Dan menjalankan puasa dengn sungguh-sungguh sesuai ajaran nabi.

Usahakan puasa kita termasuk kategori puasa khusus, yaitu di samping mencegah segala hal yang membatalkan puasa, juga mencegah dari hal-hal yang dapat merusak pahala puasa, yaitu marah, berkata ngelantur, bohong, menggunjing, sumpah palsu, mengadudomba (provokasi), memfitnah, bermusuhan dan melihat dengan syahwat serta melihat sesuatu yang mendorong lupa kepada Allah, menjaga telinga dari mendengar yang tidak baik, dan menjaga seluruh anggota badan dari perbuatan dosa.

Tentu kita tidak ingin hanya mendapatkan rasa lapar dan haus saja bukan? Oleh karena itu, sebaiknya kita memperhatikan bagaimana ibadah puasa yang baik seperti yang diajarkan oleh Rasulullah. Selain itu, kita juga menghindari perbuatan-perbuatan buruk yang justru akan merusak ibadah.

Kedua; Memperbanyak Ibadah

Ramadhan datang tak hanya ibadah wajib seperti puasa saja yang dilakukan, namun juga jenis ibadah lainnya. Ada banyak sekali ibadah yang bisa kita kerjakan, salah satunya yang hanya bisa dikerjakan di bulan ramadan adalah shalat sunnah terawih.

Tentu orang yang mengerjakannya dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan pahala yang besar dan ampunan dari Allah SWT. Selain tarawih, sholat sunnah lain juga dilakukan.

Ibadah lainnya yakni membaca Al Quran. Saat bulan ramadhan, membaca Al Quran harus ditingkatkan kualitas maupun kuantitasnya. Ibadah laiinnya yakni menjalankan ibadah Umrah, bagi yang mampu dan kondisi memungkinkan.

Ketiga: Memperbanyak sedekah dan bazar Zakat Fitrah

Keutamaan bersedekah dijelaskan di dalam Alquran, yaitu di Surah Al Baqarah ayat 245, Allah berfirman:

Artinya: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma: “Dahulu Rasululllah shallahu alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau semakin dermawan di bulan Ramadhan ketika Jibril mengajarkan beliau Al-Qur’an. Dan dahulu Jibril mengajarkan Al-Qur’an kepada beliau di setiap malam Ramadhan. Maka Rasulullah adalah orang yang lebih pemurah lagi dermawan daripada angin yang berhembus.” [HR. Al Bukhari]

Selain bersedekah, juga jangan lupa menunaikan membazar sebelum sholat Idul Fitri.

Menutup bulan Romadhon Umat Islam diwajibkan untuk membayar zakat fitrah. Pembayarannya bisa berupa bahan makanan pokok yang kita makan sehari-hari, kalau di Indonesia biasanya diukur dengan 3.5 liter beras atau dengan nominal uang sejumlah 3.5 liter beras.

Hakikat zakat adalah proses penyucian diri yang berdimensi kemanusiaan. Di satu sisi, zakat merupakan wujud ketaatan pada perintah Allah SWT sebagai konsekuensi pernyataan keimanan. Selain itu juga merupakan penegasan bahwa dalam islam, setiap ritual selalu mempunyai dimensi sosial yang menyentuh sisi kemanusiaan secara langsung.Berbicara tentang zakat, ada sesuatu yang special dengan zakat fitrah.

Dalam satu hadits dikatakan ; dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata : Rasulullah saw telah memfardhukan zakat fithrah untuk membersihkan orang yang puasa dari perbuatan sia-sia dan dari perkataan keji dan untuk memberi makan orang miskin. Barang siapa yang mengeluarkannya sebelum shalat, maka ia berarti zakat yang di terima dan barang siapa yang mengeluarkannya sesudah shalat ‘Ied, maka itu berarti shadaqah seperti shadaqah biasa

Berbeda dengan zakat-zakat lainnya yang lebih berfungsi untuk “membersihkan harta”, zakat fitrah adalah satu-satunya zakat yang diwajibkan bagi setiap muslim untuk “menyucikan jiwa”. Oleh karena itu, zakat fitrah tidak saja diwajibkan bagi mereka yang kaya, akan tetapi juga bagi mereka yang kurang berkecukupan. Jadi meskipun orang itu ‘miskin’ menurut kategori umum, dia tetap wajib membayar zakat fitrah namun dia pun berhak menerima zakat fitrah.

Kempat: Perbanyak Berdoa

Bulan ramadan adalah bulan penuh berkah bagi semua umat muslim di dunia ini. Ibadah-ibadah dan perbuatan mulia di bulan ini diganjar dengan pahala yang berlipat ganda, lalu apakah Anda masih mau menyia-nyiakan waktu istimewa di bulan ini? Kita belum tentu bisa merasakan bulan ramadan tahun depan, karena tidak ada yang tau kapan seorang manusia akan meninggal.

Dan salah satu aktifitas yang tidak membutuhkan kekuatan fisik seperti puasa adalah berdo’a. Kita dianjurkan untuk senantiasa berdoa setiap waktu, apalagi di bulan ramadan yang merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk memperbanyak zikir, do’a dan istighfar.

Kelima: Menuntut Ilmu dan Saling Mengingatkan Yaang Hak dan Sabar

Setiap aktifitas baik yang kita lakukan di bulan ramadan akan diganjar dengan pahala yang berlimpah, bahkan tidur pun juga bisa disebut ibadah. Alangkah lebih baiknya jika momen bulan ramadhan dimanfaatkan untuk memperdalam ilmu pengetahuan, lebih-lebih jika bisa menyampaikannya kepada orang lain.

Kondisi tubuh, baik hati dan pikiran saat bulan ramadhan dipercaya lebih jernih dan sehat. Sehingga seseorang akan lebih mudah menerima ilmu. Ba’da shubuh, ba’da dhuhur dan menjelang berbuka adalah waktu-waktu yang tepat untuk menuntut ilmu dan juga untuk saling mengingatkan untuk haq dan kesabaran.

Keena : Mencari Lailatul Qadar

Allah SWT masih menambahkan kemuliaan di bulan ramadan yaitu adanya lailatul qadar di salah satu malam di bulan tersebut. Keistimewaan yang didapatkan oleh orang yang beramal shaleh pada malam lailatul qadar akan mendapatkan pahala amal yang sebanding dengan amal yang dilakukan selama seribu bulan.

Karena malam tersebut sangat istimewa, maka waktu datangnyapun dirahasiakan oleh Allah SWT. Sebaiknya kita tetap melakukan amal kebaikan di seluruh malam bulan Ramadan, bulan awal sampai akhir.

Itulah amalan-amalan shaleh yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dalam berusaha mendapatkan kebaikan di bulan ramadan yang penuh berkah. (Aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here