Ini Pesan Taj Yasin Saat Hadiri Haflah Khotmil Qur’an di Demak

Taj Yasin saat acara Haflah Khotmil Qur’an di Pondok Pesantren Barokatul Qur’an Megonten, Kebonagung, Demak pada Selasa (6/4/2021). ( foto humas)

DEMAK (Sigi Jateng) – Para santri yang sudah menyandang gelar hafiz dan hafizah untuk mau membagi ilmunya. Seperti yang pernah diajarkan Rasulullah, bahwa mewariskan ilmu jauh lebih berharga dibandingkan mewariskan harta.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin saat menghadiri acara Haflah Khotmil Qur’an di Pondok Pesantren Barokatul Qur’an Megonten, Kebonagung, Demak pada Selasa (6/4/2021).

Taj Yasin juga menyampaikan bahwa Allah SWT memerintahkan Rasulullah untuk memberikan ilmu. Oleh sebab itu, umatnya harus bersyukur ketika dapat berkumpul dalam majelis dzikir sekaligus majelis ilmu.

“Al -Qur’an itu kadang disebut Adz dzikr. Tapi Al -Qur’an disebut juga Imamuna. Artinya, menjadi imam itu tidak mungkin hanya bacaan, tetapi juga ilmu. Yang bisa menuntun kita adalah ilmu,” katanya.

Begitu pentingnya ilmu, sehingga sebagaimana disampaikan Nabi Muhammad SAW , siapa yang menginginkan dunia, harus memiliki ilmu. Dan siapa yang menginginkan akhirat, juga harus menggunakan ilmu. Bahkan sampai menjelang meninggal, masih harus meninggalkan ilmu.

Pada kesempatan itu, salah satu santri, Abdullah Syifa’, mengungkapkan kebahagiaannya. Setelah 3 tahun belajar menghafal Al-Qur’an, akhirnya dia khatam dan diwisuda.

Putra petani dari Kecamatan Bonang itu tidak menyangka, akan mendapatkan bisyaroh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 1 Juta. Abdulllah Syifa’ pun menyampaikan rasa terima kasihnya dan berencana menggunakan bisyaroh itu untuk syukuran, atau di kalangan santri biasa disebut “bancaan“.

“Alhamdulillah tidak menyangka mendapat bisyaroh dari Pak Wagub. Semoga bisyaroh dari Pak Wagub bermanfaat dan jadi amal yang akan menjadi pertolongan kelak di yaumil qiyamah,” ucapnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Siti Rosidatun Khoiriyah, santriwati asal Jambi. Ia menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, karena meskipun bukan berasal dari Jawa Tengah, Siti juga mendapatkan bisyaroh. Baginya itu penghargaan yang sangat berarti.

Lebih lanjut, Siti yang akan menyumbangkan bisyaroh untuk pondoknya itu menuturkan, setelah wisuda ia masih akan tinggal untuk belajar di pondok. Dia ingin menyempurnakan belajar agama Islam. (Aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here