Idul Adha 1442 H, Baznas Jateng Kalengkan 34 Ekor Sapi, Diproses di Probolinggo Jawa Timur

Ketua Baznas Jateng, Dr KH Ahmad Darodji MSi secara simbolis menyerahkan kepala dan jeroan sapi kepada Pembina ITMI (Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia) DPD Kota Semarang, H Ahmad Zaenal Petir SH di kantror Baznas Jateng, Jumat (23/07/2021).

SEMARANG  ( Sigijateng.id ) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah terpanggil membagikan daging kurban kepada mustahik, khususnya warga yang terpapar Covid-19. Daging kurban yang akan diberikan sudah berupa olahan yang dikemas dalam bentuk kaleng.

Pada Idul Adha 1442 H atau 2021 M ini Baznas Jateng mengalengkan 34 ekor sapi, naik 14 ekor sapi dibandingkan tahun lalu.

”Untuk memudahkan dalam proses pendistribusian, Baznas bekerja sama dengan PT Surya Jaya, produsen pengalengan daging hewan kurban di Probolinggo. Pengemasan ini jadi salah satu alternatif selain pendistribusian daging seperti biasa, karena daging kurban kaleng bisa dikirim ke daerah yang sulit terjangkau atau lokasi bencana yang membutuhkan penanganan khusus,” terang Ketua Baznas Jateng, Dr KH Ahmad Darodji pada penyerahan kepala sapi dan jeroan kepada pondok pesantren dan anak panti di Kantor Baznas Jateng, Jumat (23/07/2021).

Menurut KH Darodji, pengemasan daging dalam bentuk kaleng  selain lebih praktis juga lebih tahan lama, bahkan masa simpannya bisa sampai 2-3 tahun ke depan.

”Pada tahun ini berhasil mengumpulkan 34 ekor sapi, selanjutnya dibawa dan disembelih di RPH Probolinggo. Daging murni dibuat cornet dan rendang. Satu ekor sapi bisa menjadi 580 kaleng, setiap kaleng berisi 200 gram. Seluruh daging yang dikalengkan tersebut, 50 persen rendang dan 50 persen kornet.

Dikatakan Kiai Darodji, meskipun saat ini kondisi ekonomi sulit akibat pandemi Covid, tetapi kenyataanya semangat untuk berkurban naik. Buktinya jumlah masyarakat yang sedekah korban jumlahnya meningkat dibanding tahun lalu.

“Kepingin sehat dan waras, tidak terpapar Covid, sehingga diobati dengan sedekah,” kata KH Darodji.

Sebanyak 34 ekor sapi itu berasal dari pimpinan Baznas, gubernur, Bank Jateng, dari walikota Semarang.

”Bahkan Gubernur berkurban tiga ekor sapi, Pak Wali satu ekor sapi besar, ini berharap mereka yang bersedekah hewan kurban didongakne agar seger waras. Sekarang ini kesehatan mahalnya luar biasa,” katanya.

”Sanajan kondo ora wedi, tapi jan-jane yo wedi sama Covid. Makanya harus taati prokes. Melalui bersedekah biar terhindar dan terbebas dari musibah-musibah. Tahun ini alhamdulilah naik, tahun lalu 20 sapi. Pada tahun ini 34, tahun depan moga-moga naik lagi menjadi 50 sapi,” sambung KH Darodji.

KH Darodji menjelaskan, kepala sapi dan jeroan tidak bisa dikalengkan, makanya diberikan kepada para santri, panti asuhan, tuna netra, oleh karena itu kita bagikan dan semoga bermanfaat.  Kalau ada pertanyaan kenapa kok tidak disembelih di Semarang? Karena Semarang belum ada pabrik yang mengalengkan. Kalaupun bisa disembelih di Semarang lalu dibawa ke Probolinggo tidak bisa dikalengkan karena pasti rusak, oleh karena itu sapinya disembelih di Probolinggo, dagingnya langsung masuk friser.

”Pemprosesan tidaklah cepat, tapi butuh waktu sebulan. Tapi saya minta diperecepat, oleh karena itu kepala dan jeroan maupun tulang dikembalikan ke Baznas untuk selanjutnya dibagikan kepada santri-santri yang tidak bisa pulang karena PPKM dan pandemi Covid-19. Mudah-mudahan anak-anak panti asuhan bisa mendoakan , semoga musibah pandemi Covid-19 segera berakhir,” tambahnya.

Berita Terbaru:

Dia berharap, tahun depan jumlah hewan kurban bertambah. Baznas akan menyampaikan surat kepada para mudhohi ( sohibul kurban) berterimakasih yang telah mempercayakan pengalengan daging kurban kepada Baznas. “Mudhohi akan kita aturi daging kalengan tersebut. Kalau misalnya mudhohi tidak menerima akan diserahkan kepada para mustahik,” katanya.

Sementara itu Ketua Baznas Pusat, Prof Dr KH Noor Ahmad MA menyatakan, pengalengan daging kurban telah sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 37 tahun 2019 yang memperbolehkan pengawetan dan pendistribusian daging kurban dalam bentuk olahan. Tata cara penyembelihan kurban di Baznas juga dipastikan sudah sesuai syariat, maka mengalengkan atau mengemas daging kurban dalam kaleng sudah sah.

“Daging kurban dibolehkan untuk didistribusikan dalam bentuk kaleng agar terpenuhi hajat orang yang membutuhkan. Kurban dalam bentuk kaleng yang berisikan rendang bisa lebih mudah disalurkan dan tahan lama. Kami memastikan pengalengan daging kurban tidak menyalahi aturan karena penyembelihannya tetap pada hari kurban hingga akhir hari tasyrik, ” kata Noor Ahmad.

KH Noor Ahmad berharap, inovasi yang dilakukan Baznas ini akan memberi banyak manfaat, terlebih saat ini Indonesia masih dalam krisis akibat pandemi Covid-19, yang membuat banyaknya keluarga rentan membutuhkan pertolongan.

“Inilah saatnya kita bergandengan tangan untuk bersama keluar dari krisis. Berkurban pada hari raya Idul Adha merupakan salah satu bentuk mendapatkan pahala sekaligus beramal untuk membantu sesama. Baznas berharap semangat saling berbagi yang telah menjadi kebiasaan kita selama ini akan terus dilakukan, termasuk saat berkurban nanti,” ujar Ketua PP MAJT ini. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here