Hibah Wakaf Masjid dan Mushola Ditargetkan Selesai Akhir 2022

Sekretaris daerah (Sekda) kota Semarang, Ir. H. Iswar Aminuddin, MT saat memberikan materi dalam Focus Group Discussion (FGD)/halaqah ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang di hotel Pandanaran Semarang. (Dok. Humas MUI)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Sekretaris daerah (Sekda) kota Semarang, Ir. H. Iswar Aminuddin, MT menargetkan pada akhir tahun 2022 seluruh masjid dan dan musholla di kota Semarang sudah memasuki proses hibah maupun wakaf.

“Target akhir tahun 2022 proses hibah wakaf sudah selesai,” tegasnya, Selasa (30/11/2021).

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang telah menyampaikan permintaan tersebut kepada Pemkot melalui Focus group discussion (FGD)/halaqah ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang di hotel Pandanaran Semarang pada Sabtu (27/11/ 2021) lalu.

Iswar, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa dalam proses sertifikasi tanah masjid dan musholla tahapannya panjang, perlu dua kali proses sertifikat.

Proses awal yaitu pihak pengembang menyerahkannya kepada Pemkot Semarang, baru selanjutnya dibalik nama atas nama masjid atau musholla.

“Jadi ada 2 (proses sertifikasi), penyerahan PSO (public service obligation/kewajiban pelayanan publik) oleh pengembang perumahan, disertifikatkan atas nama Pemkot, baru sertifikat kita serahkan dan balik nama. Jadi dua kali sertifikat,” jelas Iswar.

Status tanah masjid hendak diwakafkan atau dihibahkan tidak masalah, menurutnya yang penting adalah PSO diserahkan ke pemkot dahulu.

Iswar berharap Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun Dewan Masjid Indonesia (DMI) dapat membantu menginventarisir masjid dan musholla yang statusnya masih belum jelas, sehingga persoalan yang berbeda masing-masing lembaga dapat tersolusikan. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here