Hamburkan Dana PKH Seorang Kadus di Batang ini Tewas Gantung Diri, Ini Tanggapan Dinsos

Ilustrasi

Batang (Sigi Jateng) – Sungguh nekat, seorang kepala dusun (Kadus) di Kabupaten Batang ditemukan tewas bunuh diri dengan cara gantung diri. Korbanpun juga diketahui meninggalkan surat wasiat soal pengakuannya menggunakan uang program keluarga harapan (PKH) untuk foya-foya.

Terkait kejadian itu, Dinas Sosial Batang membenarkan kadus tersebut merupakan agen terkait penyaluran PKH.

Surat wasiat dari kadus bunuh diri di Batang. (Foto: Istimewa)

“Saya menyesalkan atas perbuatan yang bersangkutan. Yang bersangkutan kita sesalkan juga yang menjadi agen, tidak bisa amanah,” kata Kepala Dinas Sosial Batang, Joko Tetuko, saat dihubungi wartawan, seperti dikutip detikcom, Kamis (16/9/2021).

Saat ditanya soal nasib warga Desa Gerlang yang duit PKH-nya digunakan kadus tersebut, Joko mengaku belum mengetahui datanya secara detail. Namun dia mengungkap sempat ada kesepakatan untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan sebelum kadus itu bunuh diri.

“Ya saya tidak tahu (nasib uang warga). Ya, selanjutnya bergantung sama KPM (keluarga penerima manfaat) dan pihak keluarga yang bersangkutan,” kata Joko.

“Yang pegang kartu menggesek di ATM bisa, tidak perlu di agen. Kalau di agen kan stok uangnya sedikit. Misal di Desa Gerlang, sekali ambil warganya Rp 20 juta, agen tidak mempunyai uang tunai sebesar itu. Akhirnya mereka ke ATM terdekat di kecamatan Blado atau Bandar,” katanya.

Joko menjelaskan memang tidak semua warga bisa mengambil uang tunai secara mandiri. Selama ini, kata Joko, ada kelompok atau kolektor yang mengambilkan uang tersebut seperti yang dilakukan kadus tersebut.

“Tapi gini, kondisi di lapangan, yang namanya orang di desa, apalagi ada orang tua. Idealnya ambil sendiri-sendiri. Tapi banyak yang tidak melakukannya. Mereka menitipkan seseorang untuk mengambilkan ke ATM atau agen-agen,” terang Joko.

Dirinya menyarankan warga hanya sebatas diberi pendampingan terkait pencairan bansos PKH. Bukan lebih dari itu apalagi sampai mengkoordinir pengambilan uang.

“Selanjutnya (PKH di Desa Gerlang) ya berlangsung seperti biasanya. Kan kartunya (PKH warga Desa Gerlang) ditinggal di rumah dia (korban bunuh diri), saya cek sudah diambil warga kembali, melalui istrinya,” ungkapnya. (Dye)

Informasi diatas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here