Gus Yasin Minta Santri Gayeng Nusantara Tanggap Isu Kemanusiaan

DEMAK (Sigijateng.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta Santri Gayeng Nusantara (SGN) untuk mengambil peran dalam sosialisasi stunting dan tanggap terhadap isu-isu kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pengarahan SGN di Pondok Pesantren An Nidhom 2, Kalisari, Sayung, Demak, Rabu (20/10/2021) dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2021.

“Tidak hanya stunting, banyak hal yang santri atau SGN harus bantu sosialisasikan kepada masyarakat. Jadi ngajinya tidak hanya agama, tetapi bidang lainnya, termasuk sosial kemanusiaan,” paparnya.

Ia mengatakan, selain stunting santri juga diharapkan ikut berperan aktif dalam bidang kemanusiaan.

Sebagai contohnya, donor darah yang telah ia lakukan bersama SGN di sejumlah kota di Jawa Tengah.

“Kebetulan saya baru dilantik jadi pengurus PMI. Nanti kami komunikasikan dengan PMI setempat agar bekerja sama,” lanjut putra KH. Maimoen Zubair ini.

Taj Yasin berpendapat, komunitas Santri Gayeng Nusantara punya kekuatan untuk mensosialisasikan persoalan pencegahan stunting.

Sebab, anggotanya juga ada yang berlatar belakang tenaga medis. Bahkan ada yang memegang jabatan sebagai Kepala Dinas Kesehatan.

“Kami di Santri Gayeng Nusantara sendiri ada (latar belakang) dari dokter, ada yang kepala puskesmas, ada kepala dinas kesehatan juga yang sudah bergabung dengan Santri Gayeng Nusantara, sehingga lebih mudah untuk mensosialisasikan hal tersebut,” jelasnya.

Pihaknya juga berencana merilis poin-poin utama yang perlu disampaikan kepada masyarakat, sehingga informasi pencegahan stunting bisa diinformasikan secara komprehensif.

Sementara itu, Ketua SGN Jawa Tengah, KH. Chamzah Hasan menambahkan, pihaknya meminta secara aktif SGN di Kabupaten Kota untuk terlibat dalam aksi sosial kemanusiaan.

Hal ini dilakukan agar santri tidak dikenal hanya ahli agama saja, tetapi juga ahli dalam bidang ilmu umum.

Ia menambahkan, tidak hanya dalam bentuk sosialisasi, pihaknya meminta juga melakukan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Asal jangan politik praktis. Kami tegaskan bahwa SGN tidak memiliki afiliasi politik dengan partai apapun. Kami ingin SGN bersih dari hal-hal yang berbau politik,” tandas pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Banjarnegara ini. (aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here