Gempa M 7,1 di Timur Laut Sulut, Begini Analisis BMKG

Foto ilustrasi gempa bumi. (iStock)

Jakarta (Sigi Jateng) – Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan gempa M 7,1 di timur laut Sulawesi Utara merupakan jenis gempa bumi menengah. Dari hasil analisis BMKG, gempa yang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Filipina.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Filipina. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Bambang, dalam keterangannya, Kamis (21/1/2021).

Gempa ini juga mengalami pemutakhiran dari M 7,1 menjadi M 7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,94 Lintang Utara dan 127,44 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah timur laut Kota Melonguane.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Peristiwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Bambang.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” sambungnya.

Sementara itu, BMKG menyampaikan titik koordinat gempa berada di 4,98 Lintang Utara dan 127,38 Bujur Timur. Gempa ini dirasakan kuat di Melonguane hingga Gorontalo. “Tidak berpotensi tsunami,” demikian penjelasan BMKG. (dtc/dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here