Gelar Webinar Pernikahan Beda Agama, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Hadirkan Gus Ilyas dan Ahmad Zubaeri

SEMARANG (Sigijateng.id ) — Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah (KKNRDR) yang ke-77 Kelompok 65 UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan webinar moderasi beragama dengan tema “Moderasi beragama dan perkawinan beda agama ditelaah dari segi hukum”, pada Jumat (15/10/2021) pukul 19.30 WIB.

Kegiatan Webimar diikuti oleh kurang lebih 40 peserta dengan dinarasumberi oleh Ahmad Zubaeri, S.H.I, M.H. dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang dan Muhammad Ilyas S.H., M.H. pengasuh Ponpes Pring Jagad Kendal.

Muhammad Iffan Aufa, Koordinator Sosial Kemasyarakatan sekaligus penanggung jawab webinar moderasi beragama mengatakan , bahwasannya selain untuk menjalankan program kerja KKN, kegiatan ini juga memiliki tujuan untuk menambah ilmu dan wawasan tentang moderasi beragama dan pernikahan berbeda agama ditinjau dalam perspektif hukum dan juga dengan semakin maraknya pernikahan beda agama di Indonesia.
“Menurut kelompok 65, webinar dengan tema ini merupakan suatu hal yang sangat penting,” kata Iffan.

Kegiatan webinar dilaksanakan pada pukul 19.30 WIB tepat setelah sholat isya dan disiarkan via Google Meet. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dengan bacaan Bismillah oleh MC dengan harapan adanya agenda ini dari pembukaan sampai adanya penutupan bisa berjalan dengan lancar. dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Koordinator kelompok KKN.

“Sebelumnya terima kasih kepada mba MC atas waktunya yang telah diberikan kepada saya, dan kepada para Pemateri dan juga peserta terima kasih karena telah bergabung dalam acara webinar moderasi beragama ini. semoga apa yang disampaikan nanti dapat bermanfaat dan semoga acara ini dapat berjalan dengan lancar, Amin,” kata Ghoni selaku coordinator saat memberikan sambutan.

Dalam penyampaian pemateri, pemateri pertama menyampaikan tentang pernikahan beda agama, yang mana terdapat syarat-syarat dan ketentuan yang dijadikannya sebab tidak diperbolehkannya orang itu menikah dan juga ada beberapa negara yang memperbolehkan hal tersebut.

Setelah penyampaian materi oleh narasumber, terdapat beberapa pertanyaan yang yang di ajukan oleh peserta diantarnya peserta atas nama Sella.

“Terdapat sepasang suami istri yang beragama non muslim, lalu dipertengahan usia pernikahannya sepasang suami istri tersebut mendapatkan hidayah dan ingin masuk agama Islam. Lalu pertanyaan saya, apakah suami istri tersebut harus menikah lagi sesuai syariat Islam atau tidak?”

Pertanyaan itu dijawab oleh Zubaeir pemateri. Menurutnya, terdapat seorang non muslim yang mualaf dianggap sah dan tidak perlu menikah lagi menurut syariat islam. Karena dalam Islam pernikahan beda agama dianggap sah oleh Islam.

Dalam penyampaian pemateri, pemateri pertama menyampaikan tentang pernikahan beda agama, yang mana terdapat syarat-syarat dan ketentuan yang dijadikannya sebab tidak diperbolehkannya orang itu menikah. Dan pemateri kedua menyampaikan tentang moderasi beragama, bahwasannya salah satu prinsip dasar dalam moderasi beragama adalah selalu menjaga keseimbangan diantara dua hal, misalnya keseimbangan antara akal dan wahyu, antara jasmani dan rohani, antara hak dan keajaiban, antara kepentingan individual dan kemaslahatan komunal, antara keharusan dan kesukarelaan dan lain sebagainya.

Di akhir acara webinar, ditutup oleh MC dengan membaca Hamdallah dan kemudian dilakukan sesi foto bersama. (kel-65/asz)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here