Gelar PBAK, Dekan FPK UIN Walisongo Minta Mahasiswanya Jadi Jembatan Edukasi Covid-19

Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Syamsul, M. Pd, saat memberikan sambutan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). (Dok.)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Walisongo Semarang menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) sejak Selasa 3 Agustus 2021. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh seluruh mahasiswa baru FPK UIN Walisongo, Semarang.

Pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2021 ini, FPK UIN Walisongo menerima 235 mahasiswa baru yang terdiri atas 121 mahasiswa gizi dan 114 mahasiswa psikologi. Wakil Dekan bidang akademik, Dr. Baidi Bukhori menjelaskan bahwa pada penerimaan mahasiswa baru kali ini, FPK UIN Walisongo menjadi fakultas terfavorit di UIN Walisongo. Peminat dan keketatan pendaftaran melebihi fakultas-fakultas lain di UIN Walisongo.

“Ini merupakan awal yang baik untuk FPK. Mahasiswa FPK diharapkan bisa langsung berkontribusi kepada masyarakat khususnya pada masa pandemi ini. Mahasiswa psikologi diharapkan bisa menjadi pelopor agar masyarakat tidak panik menghadapi lonjakan covid-19. Begitu pula mahasiswa gizi diharapkan untuk mampu mengkampanyekan tentang kesehatan dan gizi seimbang kepada masyarakat, tujuannya tidak lain adalah untuk senantiasa menjaga imun dan keadaan psikologi masyarakat pada masa pandemi” Tegas Baidi.

Dekan FPK, Prof. Dr. Syamsul, M. Pd, mengatakan pada sambutan PBAK bahwa generasi walisongo adalah generasi yang religius tanggap terhadap realitas sosial serta peradaban yang berkembang di tengah masyarakat. Mahasiswa FPK harus senantiasa jadi suri tauladan untuk masyarakat sekitar. Para walisongo bisa jadi spirit kepada generasi milenial untuk senantiasa diteladani pada era kekinian. Khususnya pada masa pandemi ini, metode dakwah walisongo mampu menjembatani edukasi tentang covid-19 kepada masyarakat.

“Sepanjang sejarah, dakwah yang dianggap sukses adalah dakwah yang dilakukan para walisongo, metode para walisongo saat berdakwah tanpa harus mengubah tradisi/budaya yang berlaku ditengah masyarakat, cenderung lebih rahmatan lil ‘alamin” jelas Prof. Syamsul.

““Mahasiswa baru Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) adalah generasi milenial yang harus siap jadi generasi walisongo yang berkemanusiaan dan berperadaban untuk umat dan masyarakat,” imbuhnya.

Diakhir Prof. Syamsul menyampaikan mahasiswa FPK sebisa mungkin harus bisa rahmatan lil ‘alamin, jangan sampai membelenggu kreativitas masyarakat sekitar yang ingin terus maju.

“Mahasiswa FPK harus bisa jadi cahaya disaat kegelapan menyelimuti sekitarnya, mahasiswa FPK supaya mempunyai wawasan luas supaya tidak mudah menyalahkan orang lain,” Pungkasnya.

Kegiatan PBAK ini juga merupakan langkah nyata UIN Walisongo dalam penanganan pandemi. Mahasiswa baru UIN Walisongo telah mengampanyekan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dan mengedukasi masyarakat untuk tidak takut vaksin. Khususnya pada mahasiswa psikologi dan kesehatan, hal ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Nantinya mereka akan belajar banyak pengetahuan dan keterampilan psikologi dan kesehatan, khususnya dalam edukasi penanganan covid-19.

Pelaksanaan PBAK tersebut dilaksanakan secara daring atau online melalui Zoom dan disiarkan secara langsung di youtube dan media sosial FPK, kegiatan ini dimulai pada hari senin, 2 Agustus 2021 tingkat universitas dan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag. Adapun di Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) dimulai pada hari selasa tanggal 3 sampai dengan kamis 5 Agustus 2021. PBAK dihadiri juga oleh segenap pimpinan fakultas dan para kaprodi dan sekprodi juga seluruh pegawai. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here