FISIP UIN Undang Para Peneliti Internasional Membahas Perubahan Sosial dan Politik Saat Pandemi

dekan FISIP UIN Walisongo Semarang, Dr. Misbah Zulfa Elisabeth saat menyampaikan materi konferensi internasional. (Dok.)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Situasi pandemi covid-19 telah mengubah kondisi sosial dan politik dunia. Fenomena tersebut menggugah para akademisi di bidang sosiologi dan politik untuk melakukan penelitian.

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang melakukan sebuah agenda untuk mempertemukan beberapa akademisi internasional dari beberapa negara di antaranya Peter Suwarno, Ph. D (Arizona State University USA), Prof Soud T Ali (Arizona State University USA), Dr Freek Colombijn (Vreij University Netherland), Prof Jude William R Genilo (University Of Liberal Art Bangladesh), Dr Misbah Zulfa Elizabeth (UIN Walisongo Semarang).

Melalui seminar internasional bertajuk The 1st International Conference on Democracy and Social Transformation (Icon-Demost) 2021, para akademisi internasional tersebut secara bergiliran menyampaikan hasil penelitiannya tentang kondisi masyarakat global dalam situasi pandemi covid-19.

Dalam acara yang mengusung tema “Humanity and The Changing of Social and Political Landscape in Post Covid-19 World”, dekan FISIP UIN, Dr. Misbah Zulfa Elisabeth mengatakan bidang studi di fakultasnya harus mampu memayungi dua keilmuan sekaligus, yaitu sosiologi dan politik.

“Saya kira harus memayungi program Studi Sosiologi dan Ilmu Politik. Maka, Demos itu dapat memayungi keduanya.
Jadi politik dan sosial. Dan itu tema selalu update, bicara demokrasi tak hentinya. Sosial juga tak hentinya,” ujarnya seusai acara webinar internasional di lt. 4 gedung rektorat UIN Walisongo Semarang pada Rabu (15/9/2021).

Dalam kesempatan tersebut, wanita yang akrab disapa Misbah itu mengatakan bahwa menggelar acara konferensi Internasional yang dapat mengajak para pemakalah dari berbagai perguruan tinggi adalah sebuah agenda untuk memperkenalkan fakultasnya yang terbilang masih baru.

“Icon Demost 2021 sebagai branding di FISIP. Karena ini fakultas baru, kita ingin buat brand. Rencananya konferensi akan digelar setiap tahun, kita ambil setiap bulan September. Dan akan mendatangkan pembicara yang expert, ” tuturnya.

Misbah menuturkan, ia akan membuat brand baru dengan menggelar acara konferensi setiap tahun. Tentu, sekali lagi, hal tersebut adalah upaya branding untuk FISIP UIN Walisongo Semarang.

Sebagai informasi, acara konferensi juga diisi oleh pemakalah dari Indonesia hingga luar negeri diantaranya Prof Edward Aspinal (ANU Australia), Dr Azmil Tayeb (USM Malaysia), Chusnul Mar’iyah, Ph, D (Universitas Indonesia), Prof Andy Fefta Wijaya, Ph, D (Fordekiis Indonesia), dan Dr Muhyar Fans ni, M. Ag (UIN Walisongo Semarang.

Kata Misbah, mereka dapat menulis dan mendiseminasikan kemudian dipublish agar bermanfaat bagi para akademisi.

“Saya rasa upaya event mengajak partisipan mengajak expert dari berbagai perguruan tinggi, kemudian menulis dan
mendiseminasikan dan mempublish. Hal itu merupakan sangat bermanfaat dalam penerbangan akademik,” tandasnya.

Dengan mengedepankan tema tentang pandemi, pihaknya hanya ingin melihat perhatian dari pakar akademisi soal perubahan sosial pada dua tahun terakhir ini, atau sejak pandemi muncul.

Teknik penyampaian materipun dibuat sistem diskusi panel, sehingga dengan cara tersebut para pemakalah dapat menerima informasi dari paparan setiap materi yang diangkat. Setiap pemateripun dapat mengambil referensi dari materi yang disampaikan pemateri lain.

“Berbicara tentang fenomena dan perkembangan kajian di lingkup keilmuan FISIP. Hasilnya mereka di diseminasi, hal ini sangat penting dalam perkembangan keilmuan. Karena kita mendengarkan penelitian. Tidak hanya presentasi, namun tulisan mereka pemakalah akan diterbitkan dalam prosiding index scopus, “terangnya.

Acara tersebut digelar secara online dan offline. Acara ini sebenarnya akan dilaksanakan pada tahun kemarin, namun terkendala dengan kondisi pandemi. Untuk itu, konferensi Internasional tersebut dilaksanakan pada tahun ini.

“Sebenarnya konferensi Internasional akan digelar tahun kemarin namun delay, akhirnya tahun ini. Sementara speakernya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia hingga luar negeri, ” pungkas Misbah.

Lebih lanjut, Misbah mengungkapkan bahwa acara konferensi Internasional ‘Icon Demost’ merupakan gabungan ilmu di program studi sosiologi dan ilmu politik. Oleh karena itu, kata dia, Demost ialah dapat memayungi dua program ilmu program tersebut. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here