Fakultas Pertanian Unika Soegijapranata Kenalkan Food for Beauty and Wellness, Apa Itu?

Serial webinar ke-12 Fakultas Pertanian Unika Semarang dengan mengusung tema “You Are What You Eat: Growing Wellness and Beauty From Inside”. (Dok.)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika Soegijapranata Semarang menggelar serial webinar ke-12 dengan mengusung tema “You Are What You Eat: Growing Wellness and Beauty From Inside”. Fakultas Pertanian Unika Soegijapranata ini kenalkan Food for Beauty and Wellness

Hadir sebagai narasumber dalam webinar tersebut Listiyani (Owner Skinny Cook Healthy Catering dan alumna FTP Unika) dan Meiliana, S.Gz, MS (dosen FTP Unika) dengan dipandu oleh Mellia Harumi, S.Si, M.Sc (dosen FTP Unika).
Dalam acara yang diikuti oleh mahasiswa dari dalam dan luar Unika serta siswa-siswi SMA ini, diadakan pula Virtual Lab Tour di akhir acara yang mengajak para peserta webinar berkeliling Laboratorium Nutrisi dan Teknologi Kuliner serta Laboratorium Sensori yang ada di FTP Unika secara virtual.

Dalam bincang webinar ini, Meiliana mengawali dengan menjelaskan bagaimana makan yang tepat dilihat dari segi porsi dan juga keberagaman makanan yang dikonsumsi.

“Sejak masa remaja, bahkan sejak kecil, kita sebenarnya perlu makan makanan yang tepat. Di Indonesia, sebenarnya kita sudah punya Pedoman Gizi Seimbang. Di dalam pedoman ini, ada suatu alat yang mempermudah kita untuk bisa makan makanan yang tepat, namanya Piring Makanku. Di sini ada gambar-gambar golongan bahan pangan beserta proporsinya dalam satu piring. Misalnya untuk makanan pokok, sayur-sayuran, buah-buahan, dan lauk-pauk,” terang Meiliana, Selasa (23/2/2021).

Buah-buahan dan sayuran menempati separuh dari piring kita. Sedangkan makanan pokok, seperti nasi, mengambil tempat sedikit lebih dari seperempat piring atau sekitar 30-35% dari piring, dan sisanya adalah lauk-pauk sumber protein. Tiap golongan bahan makanan juga bisa beragam. Misalnya makanan pokok tidak hanya bisa diisi nasi tetapi juga bisa juga diisi dengan roti, kentang, mie, jagung, singkong atau ketela. Pedoman ini mudah sekali membantu kita supaya dalam satu kali makan kita tahu tepatnya seperti apa, tambahnya.

“Kita juga punya Tumpeng Gizi. Ini adalah panduan bagaimana masyarakat Indonesia sebaiknya makan dalam satu hari. Ada beberapa golongan bahan makanan yang perlu kita konsumsi seperti makanan pokok, sayuran, buah, protein nabati dan hewani. Semakin ke atas porsinya makin sedikit, dan di ujung paling atas adalah bahan-bahan yang sebaiknya tidak terlalu banyak dikonsumsi yaitu gula tambahan, garam, dan minyak,” terang Meiliana.

Prinsip dari Pedoman Gizi Seimbang ada tiga yaitu seimbang, moderat atau cukup dalam hal porsi, dan variatif dalam bahan makanan yang kita konsumsi. Harapannya dengan mengikuti tiga prinsip ini, kita bisa makan makanan dengan tepat. Ini juga bukan panduan yang kaku sekali. Yang penting kita aware atau sadar terlebih dulu tentang apa yang kita makan. Pedoman ini bisa menjadi semacam goal bagaimana idealnya kita makan, sehingga kita juga selalu berusaha untuk makan secara bervariasi, lanjutnya.

Sementara itu, Listiyani yang bergerak di bidang healthy catering juga memberikan tips dalam mengolah makanan katering yang sehat.

“Dalam membuat healthy catering, sebenarnya dasarnya sangat mudah. Acuannya adalah makanan yang biasa kita makan. Misalnya nasi opor yang mungkin identik dengan lemak tinggi, banyak santan, dan tidak ada sayurnya tetapi kali ini diolah dengan cara mengurangi santan dan ditambahkan sayuran. Jadi prinsipnya adalah membuat suatu menu yang biasa kita makan sehari-hari tetapi kita olah dengan lebih sehat,” ungkap Listiyani.

Sedangkan untuk nasi putih bisa diganti dengan kombinasi beras merah yang seratnya lebih tinggi dan beras coklat yang rasanya lebih mirip nasi putih sehingga lebih bisa diterima untuk dinikmati. Selain itu bisa juga menggunakan olive oil, madu atau gula aren sebagai pengganti gula pasir, dan himalayan salt sebagai pengganti garam dapur, lanjutnya.

“Beauty and wellness itu ditujukan untuk kita semua, baik gender perempuan maupun laki-laki. Jadi perlu kita sadari cantik itu terpancar dari dalam. Dan kita bisa mencapai itu kalau kita punya wellness, jika kita sehat. Melalui makanan, hal itu bisa dicapai dengan tentunya didukung faktor lain seperti aktivitas fisik dan pikiran kita. Jadi mari kita ubah perilaku makanan kita. Supaya jangan sampai kedepannya masyarakat Indonesia, misalnya untuk konsumsi sayur dan buah, masih kurang dari separuh yang disarankan. Kita generasi muda perlu berubah supaya makin sehat dan cantik,” pesan Meiliana.

“Buat anak-anak muda semuanya, semakin ke depan tingkat stres tentunya akan makin tinggi dan membuat kesehatan kita menurun. Jadi lebih baik segera mungkin cepat beralih ke arah pola hidup yang lebih sehat. Makanan yang kita konsumsi juga harus lebih sehat. Supaya seiring bertambahnya usia, kita juga bisa menjadi lebih prima dan sehat,” pesan Listiyani.

Program Baru Food for Beauty and Wellness di FTP Unika
Masih terkait Food for Beauty and Wellness, Dea N. Hendriyanti, S.TP, MS selaku Sekretaris Program Studi S-1 FTP Unika yang juga merupakan ketua satuan tugas pembentukan kurikulum Food for Beauty and Wellness juga mengenalkan program baru di FTP Unika yakni Food for Beauty and Wellness yang akan dibuka di tahun ajaran 2021/2022 di kampus dua Unika, Innovative Program Cluster di BSB City, Semarang.

“Dengan berkembangnya waktu dan penelitian saat ini, manfaat dari pangan ternyata sudah berkembang begitu pesat. Ada prospek yang sangat besar di mana nantinya pangan juga akan mengarah ke wellness dan kesehatan kulit atau kecantikan,” terang Dea.

Di Indonesia, sudah banyak sekali industri makanan dan minuman yang memproduksi produk yang mengarah ke kesehatan kulit, kecantikan dan wellness.

“Dalam program Food for Beauty and Wellness akan dipelajari bagaimana makanan yang dikonsumsi bisa mendukung kesehatan dan well-being,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa program Food for Beauty and Wellness akan mempelajari bagaimana pangan bisa memenuhi kesehatan fisik yang juga mendukung kesehatan mental bahkan spiritual, karena kesehatan manusia merupakan sesuatu yang integratif dan holistik. Sehingga nantinya melalui makanan-makanan tertentu akan bisa meningkatkan wellness dan beauty dari dalam.

“Dengan dibekali basic pengetahuan di bidang pangan yang diintegrasikan dengan beberapa ilmu terkait di bidang kuliner dan nutrisi serta beberapa ilmu spesifik di bidang beauty and wellness, lulusan program Food for Beauty and Wellness akan dapat mengembangkan produk di industri pangan ataupun berwirausaha produk pangan yang mendukung kesehatan kulit, kecantikan, dan beauty and wellness yang sedang berkembang saat ini,” pungkasnya. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here