Dukung ‘Jateng di Rumah Saja’, Bupati Banyumas Tak Akan Tutup Pasar Kecuali Mal-Kafe

Ilustrasi.DOK. Istimewa

Banyumas (Sigi Jateng) – Bupati Banyumas Achmad Husein mendukung gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ yang diusulkan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. Meski mendukung program tersebut, Husein menyatakan tidak akan menutup pasar di Banyumas.

“Prinsip yang pertama harus ada kemanfaatan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” kata Husein kepada sejumlah wartawan di Pendopo Sipanji Purwokerto, seperti dikutip detikcom, Rabu (3/2/2021).

Husein mengatakan untuk mendukung gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ pihaknya bakal menutup mal dan pusat perbelanjaan. Namun, ada pengecualian untuk pasar tradisional. “Pasar tidak tutup, tapi dikendalikan, artinya keluar masuk orang diatur, jangan sampai berdesak-desakan. Nanti diatur dinas terkait, akan dijaga TNI dan Polri,” ujarnya.

Dia mengakui kebijakan ini bakal menimbulkan kecemburuan sosial. Namun, dia berharap masyarakat bisa memahami keputusan untuk menutup mal dan membiarkan pasar tradisional dibuka.

“Yang mal kan orang kaya, kalau mereka berkorban dua hari masa tidak mau. Kalau pasar kan orang-orang kecil, kalau berkorban (justru) mati, maka harus kita lindungi. Pasti ada kecemburuan, tapi yang wajar,” ujarnya.

Selain mal dan pusat perbelanjaan, Husein menyebut bakal menutup tempat wisata pada Sabtu-Minggu 6 dan 7 Februari 2021. Dia pun meminta warganya agar tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. “Tidak apa-apa (keluar rumah), kalau itu perlu banget silakan, tapi jangan lama-lama,” jelasnya.

Terrpisah, Sekda Banyumas Wahyu Budi Saptono mengatakan sektor usaha yang bakal ditutup akhir pekan ini yakni mal, pusat perbelanjaan, toko modern, tempat hiburan, objek wisata, rumah makan, restoran, dan kafe.

“Kami ada kelonggaran yaitu di pasar tradisional, boleh buka, tapi dengan melihat jumlah. Jadi akan dilakukan pengaturan yang masuk berapa orang,” ucap Wahyu.

Untuk mendukung gerakan tersebut, pihaknya juga akan mengerahkan tim gabungan untuk melakukan pemantauan. Dia berharap gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ bisa mendukung pengurangan kasus Corona di Jateng.

“Ada tim penyapu, tim gabungan, kalau ada kafe yang buka akan kami minta tutup. Sebetulnya yang seperti ini sudah dilakukan di Banyumas, ini kesempatan bersama-sama (se-Jateng) mudah-mudahan bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” harapnya.

Tak hanya itu, tim gabungan juga bakal berjaga selama 2×24 jam di wilayah perbatasan. Hal ini, kata Wahyu, untuk memantau pergerakan keluar-masuk kendaraan di wilayah Banyumas.”Di perbatasan akan kami dirikan posko, 2×24 jam ditungguin dari pihak TNI, Polri, Satpol PP dan Linmas, ditambah kepala OPD yang sifatnya supervisi,” ujarnya.

Posko tersebut bakal dibangun di titik perbatasan Banyumas, seperti di Kecamatan Pekuncen, Lumbir, Tambak, Somagede, Sokaraja dan Sumbang. Wahyu menyebut selama gerakan ‘Jateng di Rumah Saja’ warga luar kota dilarang masuk wilayah Banyumas.

“Harapannya besok (masyarakat) yang lewat Banyumas, kalau KTP Jateng ya disuruh balik, tapi kalau KTP Jakarta, misal mau ke Yogyakarta, dipersilakan. Tapi kalau KTP Jateng ya balik,” jelasnya. (dtc/dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here