Dua Warga Jateng Nekat Mudik dengan Gowes, Ini Alasannya

Dua pria ini mudik menggunakan sepeda dari Jakarta-Jateng (foto detikcom).

SUBANG – Dua warga Jawa Tengah ini memilih mudik dengan cara naik sepeda alaias gowes. Mereka sebetulnya bukanlah teman, namun bertemu di jalan, yang kebetulan tujuannya sama, yakni mudik ke Jawa Tengah.

Adalah Siam Supriadi (35) dan Sugianto (29), yang rela melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda.

Keduanya terpaksa menggunakan sepeda setelah travel, bus dan angkutan lainnya dilarang beroperasi selama penyekatan berlangsung. Rindu akan kampung halaman, tradisi mudik hingga acara khitanan anak memacu kedua pria ini bergegas pulang kampung.

Sugianto, pemudik asal Pulomas, Jakarta tujuan Brebes, Jawa Tengah baru pertama kali mudik menggunakan sepeda. Bahkan ia sengaja membeli sepeda untuk bisa dipakai mudik.

“Saya beli sepeda itu 700 ribu, beli siang hari malamnya langsung jalan,” ujar Sugianto ketika istirahat di SPBU Ciasem, Subang, Minggu (09/05/2021).

Pengalaman pertama kali menggunakan sepeda membuatnya sangat merasa cape. Ia kerap istirahat dan memperkirakan akan sampai tujuan selama 3-4 hari.

“Saya berangkat jam 01.00 WIB Minggu, karena baru pertama dan enggak pernah main sepeda juga jadi kerasa banget, awalnya ngira akan sampai empat harian tapi mudah-mudahan bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Saat Sugianto sedang beristirahat tidur, datang Siam Supriadi menggunakan sepeda yang juga hendak mudik ke arah yang sama. Mereka akhirnya berjalan bersama demi satu tujuan.

“Saya ketemu Mas Siam di jalan. Kita beda tujuan cuma satu arah. Jadi saya ada temennya ada yang dukung,” ucap Sugianto.

Siam Supriadi, merupakan pemudik asal Pulo Gadung, Jakarta tujuan Purwokerto, Jawa Tengah. Bukan kali pertama ia mudik menggunakan sepeda. Tahun lalu di masa yang sama, adanya pengetatan dampak pandemi corona, ia memilih menggunakan sepeda untuk mudik.

“Tahun lalu saya lewat arah Bandung, lebih sejuk. Pas pertigaan mau ke Purwakarta, saya jalan lurus terus. Pas jalan terus lihat ini Sugianto lagi tidur. Ngelihat sama mau mudik akhirnya saya temenin dia dan jalan ke arah Pantura,” kata Siam.

Siam yang sudah berpengalaman mempersiapkan segala perbekalan, minuman dan makanan. Dia memperkirakan akan sampai tujuan pada Senin sore setelah dua hari perjalanan. Ia mengaku harus bergegas pulang karena anak akan khitanan.

“Anak saya mau khitanan, khitanannya nanti tanggal 20-an, tapi sekarang udah mulai bikin makanan kayak dodol dan udah pasang tenda. Kan kalo di kampung pasti gitu acaranya kapan tapi prosesnya dari jauh hari,” imbuh Siam.

Kedua pemudik ini menceritakan pengalaman mudik menggunakan sepeda, sejarah mudik ini akan menjadi cerita di kemudian hari. (dtk/aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here