Dinas Perdagangan Kota Semarang Akan Tindak Tegas Bagi yang Jual Beli Lapak

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman. (Foto: Mushonifin/Sigijateng.id)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang akan mencabut izin lapak pedagang jika diketahui diperjual belikan. 

Hal tersebut dikatakan Fravarta Sadman selaku kepala dinas saat ditemui pada Selasa (7/12/2021) 

“Izin penggunaan tempat dasaran akan kami cabut jika memang diketahui pedagang tersebut melakukan jual beli lapak atau menyewakannya terhadap pedagang lain,” tegasnya.

Fravarta menandaskan, tempat dasaran pedagang di semua pasar tradisional sesuai dengan peraturan daerah tidak boleh diperjualbelikan maupun disewakan kepada pedagang lain.

“Karena memang sesuai ketentuan tidak boleh memperjualbelikan lapak, izin mereka langsung kita cabut,” tegasnya.

Fravarta mewanti-wanti bahwa akan ada tindakan tegas oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang jika pedagang ketahuan memperjualbelikan atau menyewakan tempat dagangan mereka di dalam pasar. 

“Ketika kita tahu ada temuan memperjual belikan lapak misalnya kita tahu dari Medsos surat izinnya diperjualbelikan, tidak hanya di Johar saja, maka akan langsung kita cari dan kita panggil lalu lapak tersebut kita tarik,” ucapnya. 

Fravarta menyampaikan, pihaknya sudah menemukan beberapa kasus jual beli lapak yang dilakukan oleh pedagang, misalnya di Pasar Mrican. Melihat hal tersebut, Dinas Perdagangan langsung mengambil kembali lapak yang diperjual belikan tersebut. 

“Pedagang itu sampai nangis-nangis ke kita ya sudah biarkan saja, itu kan salah, ketentuannya kan memang tidak boleh,” ungkapnya.

Dinas Perdagangan akan lebih menghargai pedagang yang memang benar-benar ingin berdagang. Pihaknya sangat geram ketika ada pedagang yang sudah mendapat lapak justru dijual atau disewakan.

“Mau diperjualbelikan atau disewakan juga tetap tidak boleh, kami dari pemerintah memberikan pada mereka gratis hanya cukup bayar retribusi kok malah mereka mau menyewakan atau menjual nya,” tandasnya. (Mushonifin) 

Berita terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here