Dilarang Mendirikan Tenda di Bekas Rumahnya, Saat Ini Warga Cebolok Mengungsi di Pasar Dargo

Warga Cebolok Sambirejo sedang mendirikan tenda keprihatinan. (Mushonifin)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Setelah digusur dari Kampung Cebolok Kelurahan Sambirejo Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, kini warga yang tak memiliki tempat tinggal akibat kalah sengketa dengan PT. Mutiara Arteri Properti itu mengungsi di Pasar Dargo Semarang

Sugiyono SH selaku kuasa hukum warga Cebolok mengatakan dua hari lalu tenda-tenda warga yang awalnya berada di reruntuhan bangunan saat digusur tidak diperkenankan berdiri. Sugiyono menjelaskan ada puluhan preman yang diduga suruhan dari pihak pengembang yang mengusir warga dan melarang untuk mendirikan tenda di lokasi penggusuran.

Pencabutan bendera merah putih dan bendera Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin). (Dok.)

“Saat ini warga Cebolok sudah dibuatkan tenda keprihatinan di emperan rumah dan toko (Ruko) Pasar Dargo yang diberikan oleh warga Dargo,” jelas Sugiyono pada Selasa (23/2/2021).

“Awalnya warga Cebolok membuat tenda di tanah gusuran itu (Cebolok) tapi ada yang melarang. Kami menduga yang melarang itu adalah preman suruhan PT. Mutiara Arteri Properti,” sambung Sugiyono.

Sugiyono mengatakan saat pencabutan tenda, kuasa hukum PT. Arteri Properti juga mencabut bendera merah putih dan bendera Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin).

“Jadi dua hari lalu sempat ada puluhan orang yang diperintah oleh pengembang yang mencabut tenda dan bendera yang ada di sana. Tetapi karena yang tertancap adalah bendera merah putih dan bendera Ikading maka yang mencabut adalah kuasa hukum pihak sana yaitu pak Rohmadi, yang kebetulan adalah anggota Ikadin juga,” beber Sugiyono.

“Atas pencabutan bendera itu kami akan selidiki apakah sudah izin dengan ketua Ikadin Jateng, H. Rangkay Margana, atau belum,” jelasnya.

“Saat ini warga Cebolok difasilitasi warga Pasar Dargo untuk mengungsi sementara,” pungkasnya. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here