Dikabarkan Hilang, Sekdes di Klaten Akhirnya Ditemukan Tewas di Bengawan Solo

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenasah SW yang ditemukan di aliran Bengawan Solo. Foto : Istimewa

Solo (Sigi Jateng) – Sekretaris desa di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, inisial SW (46) yang dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia usai hanyut dari Jembatan Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, kemarin.

“Korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan mengapung jarak dari tempat kejadian kurang lebih 8,5 KM , selanjutnya korban dibawa ke RSUD Moewardi kota Surakarta untuk pemeriksaan medis” ungkap Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/3/2021).

“Dengan ditemukannya korban maka operasi pencarian dan pertolongan dinyatkan selesai dan tim SAR gabungan kembali kesatunnya masing- masing,” sambungnya.

Diungkapkan Nur Yahya, kronologi kejadian Minggu (28/02), sekitar pukul 13.00 WIB korban naik sepeda motor berhenti diatas jembatan pondok selajutnya korban loncat dari atas jembatan hanyut tenggelam.

Peristiwa tersebut diketahui saksi Dodon Fitriansah warga Sembung Wetan RT 03 /01 Desa Bekonang Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo saat itu sedang memancing sontak kaget langsung minta tolong sama warga sekitar.

“Belum ada yang tau masalah apa yang membuat Wijayanto tega loncat ingin mengakhiri hidupnya,” terang Ka Basarnas Semarang.

Pihaknya lalu memperintahkan Koordinator Basarnas pos SAR Surakarta Arif Sugiarto memberangkat 1 tim rescue untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan disertai alut peralatan SAR air. Saat itu, kondisi ketinggian permukaan air sungai dengan jembatan pondok kurang lebih 7 meter, kedalaman sungai saat ini kurang lebih 3 meter dan lebar mencapi 12 meter.

Sementara itu, Kapolsek Jebres Kompol Suharmono saat dihubungi wartawan mengatakan penemuan berawal dari laporan masyarakat. Jenazah ditemukan di Bengawan Solo kawasan Beton, Kelurahan Sewu, Jebres, Kota Solo, Senin (1/3/2021) sekitar pukul 15.50 WIB.

“Setelah mendapatkan laporan warga, kita hubungi tim SAR, kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr Moewardi,” kata dia, seperti dikutip detikcom, Senin (1/3/2021).

Dari identitasnya, diketahui bahwa korban adalah SW. Korban juga membawa gelang emas. “Kita masih belum mengetahui penyebabnya,” pungkasnya.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda, pembaca, merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental. (Dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here