Di Balik Meninggalnya Gilang Mahasiswa UNS ikuti Diksar Menwa, Berikut ini Fakta-faktanya

Mahasiswa UNS Solo Gilang Endi Saputra (31) yang meninggal usai diksar menwa dimakamkan di Karanganyar. Foto: detikcom

Solo (Sigi Jateng) – Kegiatan pendidikan dasar (Diksar) Menwa yang diselenggarakan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) berujung salah satu mahasiswa peserta Diksar Menwa meregang nyawa.

Adalah Gilang Endi Saputra (21) mahasiswa semester tiga, korban meninggal dunia saat mengikuti Diksar Menwa UNS, Minggu (24/10/2021). Jenazah dimakamkan sore hari di TPU Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah duka.

Usai pemakaman, ayah korban, Sunardi, menyebut proses hukum terkait meninggalnya Gilang masih terus berlanjut. Hal tersebut dikehendaki keluarga untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban.

“Bukannya mau cari kesalahan siapapun ya, tapi agar tahu meninggalnya almarhum ini seperti apa. Mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang lain,” ujar Sunardi.

Terkait persitiwa tersebut, hingga kini belum diketahui secara pasti mengenai penyebab meninggalnya Gilang. Berikut ini beberapa fakta meninggalnya Gilang saat mengikuti Diksar Menwa di UNS:

Saat kejadian Gilang Endi Saputra yang merupakan mahasiswa semester 3 jurusan D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (KKK) tengah mengikuti pendidikan dasar (Diksar) Menwa yang bertajuk Pendidikan Pra Gladhi Patria XXXVI.

Sesuai rencana kegiatan tersebut akan dilaksanakan mulai 23-31 Oktober di kampus UNS dan di Jurug.

“Yang bersangkutan mengikuti kegiatan diklat Menwa. Kegiatannya hanya di sekitar kampus, mulai dari markas, belakang auditorium, GOR UNS, Fakultas Teknik, sama ada kegiatan rappeling di jembatan Jurug,” kata Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto, di kantornya pada Senin (25/10/2021).

Tetapi, dua hari pelaksanaannya terjadi tragedi meninggalnya Gilang saat kegiatan diadakan di Bengawan Solo kawasan Jurug.

Polresta Solo turun tangan untuk mengungkap penyebabnya. Kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak keluarga agar jenazah Gilang bisa diautopsi, sehingga bisa dipastikan mengenai penyebab kematiannya.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan keluarga korban agar jenazah bisa diautopsi dan keluarga sudah mengizinkannya,” ungkap Kasatreskrim Polresta Solo AKP Djohan Andika kepada wartawan.

“Kondisi korban mukanya sudah memar, banyak mengeluarkan darah. Di tengkuk juga ada luka,” kata kerabat korban Sadarno.

Mendapati kondisi tersebut, lanjutnya, pihak keluarga kemudian menggelar musyawarah. Hingga akhirnya keluarga memutuskan untuk melapor polisi. “Klarifikasi secara singkat sudah kita minta di UNS, selanjutnya kita jadwalkan pemeriksaan terhadap panitia kegiatan,” terang Kasatreskrim Polresta Solo AKP Djohan Andika kepada wartawan di Mapolresta, Senin (25/10).

Terkait dengan jumlah panitia yang akan dipanggil untuk pemeriksaan, Djohan belum bisa memastikannya. Yang pasti, pihaknya akan memintai keterangan terhadap semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto, menjelaskan usai berkegiatan di Jurug itulah Gilang harus mendapatkan perawatan khusus sehingga dibawa ke rumah sakit. Namun ternyata nyawanya tidak terselamatkan. “Kami tidak tahu kejadian pastinya, jatuh atau kenapa tidak tahu, kita tunggu hasil autopsinya,” ujar dia.

“Sementara kita hentikan terutama yang menyangkut kegiatan-kegiatan fisik di lapangan. (Tidak hanya Menwa) Untuk sementara waktu ini kita hentikan semuanya,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof Ahmad Yunus, saat ditemui di TPU Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Senin (25/10/2021).

Ahmad menyebut penghentian kegiatan ini bersifat sementara. Momentum ini dilakukan untuk melakukan evaluasi secara internal. “Tidak sampai dibekukan, kita hentikan sementara. Kita evaluasi semuanya apa yang kurang harus kita lengkapi,” jelasnya.

“Yang saya dengar tidak ada pengakuan punya riwayat penyakit apa. Tapi memang sempat merasakan kram, lalu diminta istirahat. Tapi ini masih dalam pemeriksaan kepolisian,” kata Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto.

Menurut pengakuan panitia, kata Sutanto, peserta sudah menjalani tes kesehatan di awal kegiatan. Kini hasil pemeriksaan sudah dibawa kepolisian.”Surat pernyataan peserta sudah diminta kepolisian, termasuk hasil cek kesehatan, tensi, suhu tubuh dan lain-lain,” katanya.

“Sempat minta izin ikut kegiatan Menwa. Izinnya dua minggu. Baru beberapa hari sudah kejadian ini (meninggal),” ujar salah seorang kerabat Gilang, Sadarno, saat ditemui wartawan di rumah duka Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Senin (25/10/2021).

Sadarno menyebut Gilang mengikuti kegiatan tersebut sejak Jumat (22/10) lalu. Gilang diketahui selalu pulang ke rumah usai kegiatan tersebut setiap harinya.”Tidak menginap, pulang terus. Waktu berangkat kondisinya sehat walafiat,” jelas Sudarno. (Dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here