Dampak Pandemi Berkepanjangan, Biduan Cantik ini Hijrah Jadi Petani Sayur di Lereng Gunung

Novi Listiani saat beraktivitas menjadi petani sayur di lereng Gunung Merbabu Boyolali.Foto : Istimewa

Boyolali (Sigi Jateng) – Dampak pandemi berkepanjangan membuat seorang biduan cantik asal Boyolali ini harus banting setir alih profesi. Adalah Novi Listiani (24), penyanyi dangdut kini menjadi petani sayur di lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Boyolali.

Bagaimana tidak, job manggung yang biasanya jadi mata pencaharian utamanya kini sepi. Selain karena pandemi, perempuan berparas cantik ini juga ingin hijrah menjadi pribadi yang lebih baik.

Novi beralih profesi menjadi petani sayuran,setelah imbas pandemi yang membuat job manggung yang biasanya selalu ada saat ini harus dibatasi oleh pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Saya dulu profesi sebagai penyanyi dangdut dan sekarang saya beralih menjadi petani. Karena dulu penyanyi dangdut dipandang sebelah mata oleh teman-teman dan tetangga, orang lain masyarakat,” kata Novi, Jumat (27/8/2021).

“Sekarang saya jadi petani alhamdulillah pandangan tetangga dan masyarakat semuanya positif, baik, dan saya senang sekali,” katanya. 

Selain itu niat ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik, menjadikan dirinya semakin yakin akan pilihan profesi barunya. Tidak hanya profesinya saja yang berubah, saat ini cara berpenampilan Novi juga terlihat lebih tertutup dan sopan.

Hampir setiap pagi perempuan berparas cantik ini pergi ke ladang yang jaraknya sekitar satu kilometer dari rumahnya. Meski beberapa bulan beralih profesi menjadi petani, Novi sudah terlihat cekatan dalam memilih satu per satu sayur brokoli yang sudah siap panen.

Tak ada rasa malu atau risih,  tapi sebaliknya dia terlihat menikmati pekerjaannya. Setelah terkumpul, brokoli langsung dibawa turun untuk dijual ke pengepul sayur yang ada di desanya. Keahlian Novi bercocok tanam ini dipelajari secara otodidak dari suami dan saudaranya.

Dia mengatakan, selama masa pandemi semua hiburan sepi dan tidak ada job yang masuk, sehingga membuatnya hijrah dan menekuni untuk bertani.

“Setelah saya hijrah banyak tanggapan orang lain. Seperti ada yang bilang bertani itu rekoso gendong yang berat-berat, penghasilannya cuma sedikit. Tapi semuanya belum tahu kalau bertani memang enak dan hasilnya ya alhamdulillah,” ujarnya.

Novi berharap apa yang dilakukannya dengan terjun ke dunia pertanian bisa menginspirasi para generasi muda. Karena saat ini, profesi petani masih banyak dianggap sepele khususnya  para generasi milenial.  (Dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here