BSI Segera Migrasikan 1,2 Juta Nasabah di Jateng dan DIY

Regional CEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Region Office VIII Semarang Imam Hidayat Sunarto (kiri) dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah 3 Jawa Tengah dan DIY Aman Santosa saat memberikan keterangan pers, Kamis (29/4/2021). ( foto aris syaefudin/ sigijateng.id )

SEMARANG ( sigijateng.id ) – Bank Syariah Indonesia (BSI)  segera melakukan penyatuan system layanan di wilayah operasional Jawa Tengah dan Jogjakarta mulai 3 Mei 2021 mendatang. Penyatuan system layanan tersebut meliputi migrasi rekening nasabah, kartu ATM hingga mobile dan  internet banking.

Regional CEO Bank Syariah Indonesia (BSI) Region Office VIII Semarang Imam Hidayat Sunarto menyatakan penyatuan layanan system  ini sebagai tindak lanjut atas mergernya tiga bank syariah yakni BSM (Bank Syariah Mandiri), BRI Syariah dan BNI Syariah menjadi Bank Syariah Mandiri (BSI) yang diresmikan Presiden Joko Widodo 1 Februari 2021 lalu.

“Pada proses ini, kami akan menjadikan satu terhadap seluruh layanan termasuk identitas bank hingga perubahan buku rekening, kartu ATM, sera mobile banking dan internet banking,” kata Imam Hidayat kepada wartawan di Semarang, Kamis (29/4/2021).

Menurut Imam  Hidayat, penyatuan system layanan (migrasi) ini ditujukan kepada nasabah eks BNI Syariah dan eks BRI Syariah. Sementara nasabah eks BSM tidak perlu melakukan proses migrasi. Proses migrasi akan dilakukan di seluruh kantor cabang BSI dan 120 outlet BSI di Jawa Tengah dan Jogja. Saat ini, jumlah nasabah BSI di Jawa  Tengah dan DIY ada 2,2 nasabah dan yang harus melakukan migrasi sebanyak 1,2 juta.

“Untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan, nasabah bisa melakukan migrasi rekening dengan dua cara, yakni dengan hadir langsung ke kantor Bank Syariah sebelumnya atau dengan cara daring atau menggunakan aplikasi  BSI, mobile maupun,” katanya.

Untuk nasabah yang datang langsung,  kata Imam Hidayat, tahapan roll out (migrasi) dilakukan secara bertahap. Tahap pertama tanggal 3 sampai 19 Mei dan tahap kedua mulai tanggal 20 sampai 30 Mei. Pembagian gelombang ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan nasabah. Nasabah yang harus melakukan migrasi pada tahap pertama sudah mendapat pemberitahuan melalui SMS.

“Nabah BSI (eks BNI Syariah dan BRI Syariah) yang mendapat pemberitahuan melakukan migrasi gelombang pertama bisa datang tanggal 3-19. Yang tidak dapat pemberitahun datang tanggal 20 sampai 30 Mei. Namun jika belum bisa datang secara langsung ke BSI selama bulan Mei, bisa datang pada bulan-bulan berikutnya. Karena meski sudah melakukan migrasi secara daring, namun nantinya nasabah tetap harus harus datang langsung untuk mengganti buku dan ATM,” bebernya.

Imam Hidayat memastikan, selama pelaksanan migrasi pihaknya akan memberikan pelayanan sebagus dan senyaman mungkin kepada nasabah. Dan pastinya juga akan menerapkan protocol kesehatan yang ketat guna mencegah penyebaran virus corona.

“Kami akan memasang tenda agar tempat menungge lebih luas. Tempat duduk juga berjarak. Jumlah teller dan CS juga akan ditambah,” katanya.

Berita Terbaru:

Sementara, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah 3 Jawa Tengah dan DIY Aman  Santosa  mengatakan, OJK mendukung proses migrasi nasabah BSI ini dengan tetap mempertimbangkan  aspek kenyamanan dan keamanan nasahab.

“Kami mendukung kelancaran  proses migrasi ini, sehingga nantinya nasabah tetap  dapat melakukan transaksi yang pada akhirnya dapat memajukan industry keuangan SYariaah di Indonesia,” ujar Aman.

Aman meminta agar nasabah BSI tetap tenang, tidak panic atas adanya merger ini.  Penggabungan tiga bank syariah ini malah bank ini akan semakin kuat dan besar. Dan merger bank ini juga agar pelayanan lebih baik

“Kami mencermati, persiapan BSI untuk melakukan proses migrasi sudah matang, termasuk covid, optimis akan lancer,” terangnya. (aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here