Berkah Rasa Satu Meja, YKM NU Bagikan 5.600 Paket Buka Puasa

Ketua Pengurus Wilayah Muslimat NU Jateng Prof Dr Hj Ismawati didampingi Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU Jateng Hj Maryam Achmad menyerahkan buka puasa dari PT Unilever kepada pengasuh Panti Asuhan Darul Hadlonah Mangkang Kulon Semarang Tahfib AlHafidz, kemarin.

SEMARANG   ( Sigijateng.id ) – Pengurus Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah, selama Ramadan 1442H membagikan 5.600 paket buka puasa kepada 14 panti asuhan di Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Demak.

Bantuan sebanyak 5.600 dus nasi dan lauk pauknya diterima dari PT Unilever Indonesia yang telah bekerja sama dengan PP Muslimat NU.

Demikian kata Ketua PW YKM NU Jateng Hj Maryam Achmad, kemarin.  Kegiatan bertema ‘’Berkah Rasa Satu Meja’’ dilaksanakan oleh Katering Melati di Semarang.

Salah satu yang menerima adalah putra-putri penghuni Panti Asuhan Darul Hadlonal, Mangkang Kulon Semarang. Mereka benar gembira menerima bantuan paket buka puasa tersebut.

Secara simbolis Ketua Pengurus Wilayah Muslimat NU Jateng Prof Dr Hj Ismawati didampingi Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU Jateng Hj Maryam Achmad menyerahkan buka puasa dari PT Unilever kepada pengasuh Panti Asuhan Darul Hadlonah Mangkang Kulon Semarang Tahfib AlHafidz dan Ridaul Maghfirah AlHafidzah.

Ketua Pengurus Wilayah Muslimat NU Jateng Prof Dr Hj Ismawati merasa bersyukur karena di tengah pandemic Covid-19 masih ada pihak-pihak yang mau berbagi, peduli kepada sesama terutama anak-anak yatim piatu di panti asuhan.

Ismawati mendoakan agar anak-anak yatim piatu yang saat ini hidup di panti asuhan kelak menjadi pemimpin bangsa yang berakhlak mulia. ‘’Ngaji yang sregep biar jadi orang pintar, kelak menjadi pemimpin masa depan,’’ katanya.

Ketua YKM NU Hj Maryam Achmad menjelaskan, di Panti Asuhan Darul Hadlonah terdapat 26 santri putri dan 17 santri putra serta 100 anak-anak nonpanti yang tidak tinggal di asrama. “Alhamdulillah hari ini kami mengelola 38 panti asuhan, 3 rumah sakit dan puluhan klinik se-Jawa Tengah,’’ katanya.

Maryam merasa bangga karena mereka yang tinggal di panti asuhan tumbuh menjadi manusia sehat dan cerdas. Buktinya sudah ada yang mampu sekolah sampai S2 dan kini menjadi dosen di UIN Walisongo Semarang. ‘’Kami merasa bersyukur dan bangga,’’ tuturnya. (Aris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here