Berkah Pandemi Covid-19, Kelapa Muda Bakar Diburu Banyak Pembeli Guna Tingkatkan Daya Tahan Tubuh. Penasaran Seperti Apa ?

Mursalin (49). Sebagai pedagang kelapa muda bakar dirinya kerap kewalahan melayani permintaan konsumen dalam kurun waktu 3 pekan terakhir ini.

KENDAL (Sigi Jateng) – Lonjakan kasus Covid-19 di berbagai wilayah menjadikan masyarakat harus tetap waspada dan disiplin protokol kesehatan (Prokes). Terlebih dalam upaya menjaga imunitas (daya tahan) tubuh selama pandemi.

Hal tersebut tampaknya menjadi berkah bagi sebagian pedagang kecil di masa pandemi seperti saat ini. Salah satunya dirasakan pedagang kelapa muda bakar yang mangkal berjualan di tepi Jalan Tembus Kelurahan Tunggulrejo, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal.

Adalah Mursalin (49). Sebagai pedagang kelapa muda bakar dirinya kerap kewalahan melayani permintaan konsumen dalam kurun waktu 3 pekan terakhir ini. Dia mengaku sempat menolak beberapa permintaan setiap hari karena tenaganya yang dirasa tidak mampu.

Saat ditemui di tempat usahanya, Mursalin menuturkan jika permintaan kelapa muda bakar meningkat tajam sejak kasus pandemi Covid-19 di Kendal meningkat. Di hari-hari biasa, Mursalin bersama 1 orang karyawannya hanya bisa menjual sebanyak 30-an buah per harinya.

Namun, seiring waktu justru permintaan melonjak hingga 100 buah kelapa muda bahkan bisa lebih saban hari. Terutama kelapa muda bakar. “Setiap hari dulu paling 30 butir degan. Sekarang bisa mencapai 100 sejak pandemi meningkat, ya tiga minggu terakhir,” tutur Mursalin, Rabu (21/7/2021).

“Sebenarnya bisa lebih, tapi bagaimana lagi karena tenaganya yang tidak mampu,” sambung pria yang mengaku telah mampu membiayai 2 orang anaknya hingga ke perguruan tinggi ini.

Mursalin warga Bugangin Kendal yang pernah merasakan bekerja menjadi TKI di luar negeri ini mengungkapkan telah menjalani usaha berjualan kelapa muda bakar selama hampir 14 tahun. “Alhmadulilah, dengan berjualan kelapa muda saya bisa membiayai anak hingga perguruan tinggi,” bebernya.

Dikatakan, saat ini masyarakat lebih memburu kelapa muda bakar dari pada menu kelapa muda biasa. Dari seratusan permintaan setiap hari, 70-80 persennya adalah permintaan kelapa muda bakar.

“Saya sangat bersyukur, sebab dagangan menjadi ramai di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Mayoritas pembeli mengaku awalnya meriang atau tidak enak badan, begitu mengkonsumsi kelapa muda bakar daya tahan tubuh mereka menjadi baik,” ucapnya.

Mursalin pun tidak tahu menahu jika kelapa muda bakar ternyata dianggap masyarakat mampu mencegah atau mengobati Covid-19. “Saya sendiri awalnya tidak tahu menahu jika kelapa muda bakar ternyata bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan mampu mengobati covid-19,” ujarnya.

Dari usahanya berjualan kelapa muda bakar, lanjut Mursalin, dirinya mencoba meramu rempah-rempahan seperti jahe, temulawak, kencur, kayu manis, alang-alang lalu diracik dan dimasukkan kedalam kelapa muda bakar.

Di dalam racikan degan bakar, ia menambahkan “Beberapa rempah-rempahan alami seperti jahe, alang-alang, kayu manis dan temulawak saya racik, dan dicampur atau dimasukkan kedalam air kelapa muda bakar. Ternyata memiliki khasiat untuk menambah daya tahan tubuh,” papar Mursalin.

Dia pun menjual kelapa muda bakar dengan harga yang cukup terjangkau. Yakni hanya Rp 18.000 tiap satu buah kelapa muda bakar. Selain menyediakan kelapa muda bakar, Mursalin juga melayani menu dagangan lainnya seperti kelapa muda biasa dan jenis Wulung.

“Semua bahan tambahan yang saya pakai dari tumbuh-tumbuhan dan rempah-rempahan alami semua. Proses pembuatan kelapa muda bakar sedikitnya memerlukan 4 jam. Kelapa muda yang dipilih harus yang berkualitas agar tidak pecah saat dibakar,” terang Mursalin sembari meracik.

Tak jarang bagi konsumen maupun para pembeli terpaksa harus mengantri, sebab kelapa muda bakar yang dibakar harus benar-benar matang agar rasanya bisa maksimal. Selain itu, prosesnya yang cukup lama.

“Saya biasa buka sampai jam 18.30 malam, tapi karena pemberlakukan PPKM darurat dan permintaan kian banyak tetap saya batasi waktunya. Seperti biasa mulai bakar jam 10.00 pagi, nanti sekitar jam 14.00 baru siap untuk menu kelapa muda bakarnya,” tandasnya.

Dirinya berharap, apa yang dijualnya bisa bermanfaat untuk semua orang. Terlebih bisa membantu menjaga kesehatan tubuh masyarakat di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini.

Salah seorang pembeli Mohammad Visi Utama mengaku kerap mengkonsumsi kelapa muda bakar bikinan Mursalin karena dianggap mampu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh. “Selama pandemi ini, saya kerap membeli dan mengkonsumsi kelapa muda bakar. Selain rasanya yang enak dan juga bisa menghangatkan tubuh karena adanya racikan tambahan rempah-rempahan alami,” tuturnya. (Dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here