Berakhir Imbang, Laga Bhayangkara FC Kontra PSIS Semarang Diwarnai Hujan Kartu Merah dan Kuning

Striker PSIS Bruno Silva saat mendapatkan peluang di menit-menit akhir, saat melawan Bhayangkara FC, Jumat (26/11/2021) malam. ( foto dok psis)

SLEMAN (Sigijateng.id) – Hasil tidak sesuai target diraih PSIS Semarang saat melawan tim peringkat pertama klasemen sementara BRI Liga 1 2021 Bhayangkara FC.

Dalam laga yang digelar di stadion Maguwoharjo Sleman Jumat (26/11/2021), kedua tim harus puas dengan berbagi poin. Laga berkahir dengan kedudukan imbang 0-0. PSIS gagal memenuhi keinginannya meraih poin penuh guna memangkat jarak poin dengan Bhayangkara FC.

Tambahn satu poin membuat posisi PSIS Semarang tak beranjak dari peringkat kelima dengan 24 poin dari 14 kali main, 6 menang, 6 seri, dan 2 kali menelan kekalahan.

Sementara Bhayangkara FC masih di peringkat atas papan klasemen sementara BRI Liga 1 dengan 30 poin dari 14 kali main, 9 menang, 3 seri dan 2 kali kalah.

Atas hasil imbang ini, persaingan di papan atas BRI Liga 1 semakin ketat. Posisi Bhayangkara FC rawan digeser Persib Bandung yang akan memainkan partai berat lawan peringkat ketiga, Arema FC, Minggu 28 November 2021.

Adapun posisi PSIS Semarang di peringkat kelima juga terancam terlempar dari lima besar jika Persebaya Surabaya bisa memenangi laga lawan Persik Kediri pada Minggu 28 November 2021.

Dalam pertandingan yang berakhir 0-0 ini sempat diwarnai kartu merah gelandang Bhayangkara FC Yuu Jun setelah dia diketahui melayangkan tamparan ke Finky Pasamba.

Dalam laga ini, selain ada kartu merah, wasit juga mengeluarkan 9 kartu kuning, masing-masing 7 kartu kunimg untuk PSIS Semarang dan 2 kartu kuning untuk Bhayangkara FC.

Menyusul adanya tujuh kartu kuning untuk PSIS, tiga pemain PSIS yakni Bruno Silva, Jonathan Cantillana dan Fandi Eko tidak bisa tampil di pertandingan selanjutnya karena akumulasi.

Menanggapi banyaknya kartu kuning itu, pelatih PSIS Semarang Imran Nahumarury berkata jika hal itu merupakan bukti betapa kerasnya pertandingan ini.

“Tadi banyak benturan dan kedua tim sama-sama ingin menang jadi memang menghasilkan banyak kartu kuning,” ujarnya dalam jumpa pers setelah pertandingan.

eskipun di pertandingan selanjutnya bakal tidak diperkuat pemain pilarnya namun Imran tidak khawatir dengan hal itu.

“Saya punya banyak pengganti dan pemain muda yang tak kalah bagus, jadi saya tidak masalah dengan hal itu,” ungkapnya.

Setelah ini Imran akan melakukan evaluasi terhadap tim agar di laga selanjutnya bisa meraih hasil positif.

Sementara bagi Finky Pasamba, dia mensyukuri hasil pada hari ini. Dalam laga ini, semua pemain PSIS sudah bekerja secara maskimal dan berusaha untuk menang.

Kemudian untuk insiden dengan Yuu Jun yang membuat gelandang Bhayangkara ini dikartu merah, Finky tidak banyak berkomentar.

“Ya seperti yang terlihat tadi ada insiden, mungkin itu reflek dalam pertandingan tapi wasit yang menentukan,” ujarnya.

Tidak Terima

Sementara, Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster dalam jumpa peresnya selepas pertandingan tetap mengacungi jempol kepada para pemainnya karena bermain sesuai instruksi.

“Mereka bekerja keras, secara keseluruhan tampil luar biasa dan berusAha memenangkan pertandingan,” ucapnya.

Pertandingan melawan PSIS ini sekaligus membuat Bhayangkara FC dalam tiga pertandingan belum bisa mencetak gol.

Namun meski demikian, Paul Munster tidak terlalu mempermasalahkan itu.

“Tidak masalah. Semua tim pasti akan mengalami yang namanya kesulitan mencetak gol. Justru yang berbahaya adalah ketika kami tidak bisa menciptakan peluang,” jelasnya.

Paul Munster juga tidak ingin menganggap hilangnya Ezechiel N’Douassel dan Evan Dimas memengaruhi produktivitas gol.

“Mencetak gol adalah tugas semua pemain. Dan untuk saat ini kami memang belum bisa mencetak gol saja,” ungkapnya.

Selain itu Paul Munster dalam pertandingan ini juga merasa dikerjai. Pasalnya, dia baru tahu hukuman Ezechiel  diperpanjang saat pagi hari sebelum bertanding dan dia tidak tahu alasannya apa.

Kemudian terkait insiden kartu merah dia juga menganggap seharusnya pemain PSIS juga diganjar dengan hukuman yang sama.

“Kenapa kinerja wasit tidak bisa benar. Ini sudah terjadi sejak lama dan tidak ada perubahan. Saya bukan orang Indonesia saja malu kompetisi dipimpin oleh wasit seperti ini,” paparnya. (aris)

Berikut klasemen sementara, Sabtu (27/11/2021)

Berita Lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here