Bejat ! Ayah dan Kakak Kandung di Banyumas ini Tega Setubuhi Gadis Dibawah Umur

Pelaku persetubuhan saat menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyumas. Foto : Dok. Polresta Banyumas

Purwokerto (Sigi Jateng) – Sungguh bejat perbuatan yang dilakukan warga Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah ini. Seorang ayah dan kakak kandung tega menyetubuhi anak di bawah umur.

Kasus persetubuhan yang dilakukan ayah kandung dan kakak korban itu akhirnya berhasil dibongkar petugas Polresta Banyumas. Unit PPA Satuan Reserse Kriminal Polresta mengamankan WTM (46) dan SA (18), pelaku persetubuhan anak dengan korban AJ (14).

Ketiganya masih ada hubungan darah. Sebab, AJ adalah adik dari SA dan juga anak kandung WTM. Peristiwa persetubuhan tersebut terjadi di rumah mereka pada 5 dan 11 September 2021.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol M Firman L. Hakim melalui Kasat Reskrim Kompol Berry mengatakan peristiwa tersebut terbongkar pada saat AJ berada di Polsek Karanglewas.

“Pada saat ditanyai, AJ pergi dari rumahnya pada Senin (13/9) dan tidak mau pulang ke rumah. Setelah ditanyai, ternyata AJ mengaku telah mengalami persetubuhan yang dilakukan oleh ayah dan kakak kandungnya,”kata Berry, Kamis (16/9/2021).

“Berdasarkan laporan yang diterima oleh Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banyumas. Tak berselang lalu tim melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan para pelaku,” katanya.

Kasat Reskrim mengatakan para pelaku melakukan perbuatan tersebut dengan cara masuk ke kamar korban saat korban sedang tidur. “Ada ancaman dan juga korban diminta tidak memberitahu kepada siapapun oleh pelaku,” ujarnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti berupa satu potong baju lengan panjang warna merah, satu potong celana panjang warna biru, satu potong miniset warna krem dan satu potong miniset warna krem kami amankan di Mapolresta Banyumas guna penyidikan lebih lanjut.

“Sangat disayangkan apa yang telah dilakukan oleh ayah dan kakak kandung ini, karena seharusnya mereka menjadi sosok pelindung. Dan menurut keterangan AJ hal tersebut sudah dilakukan pelaku selama kurang lebih 3 (tiga) tahun yang lalu hingga sekarang,”ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 81 dan 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara. (Dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here