Atlet Sepatu Roda Pelatda PON Jateng Digenjot Fisik dengan Bersepeda

Atlet sepatu roda pelatda PON XX tahun 2021 saat dikunjungi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di venue Gelora Jatidiri Semarang, beberapa waktu lalu. Foto: Ist

SEMARANG (Sigi Jateng) – Sebanyak 15 atlet sepatu roda (roller) yang menghuni Pelatda Jawa Tengah digenjot fisiknya dengan bersepeda dalam rangka persiapan menghadapi PON XX Papua, 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Menurut Sekum Pengprov Porserosi Jateng Erlangga Ardianza, di bawah polesan trio pelatih M Arif Rahman, Erlangga Ardianza dan Ajeng Anindya, selain latihan meningkatkan teknik berlomba dan memperbaiki catatan waktu di lintasan Gelora Jatidiri, para atlet juga melahap menu fisik, salahnya gowes di jalan raya seputar Kota Semarang.

“Kita pilih sepeda, karen bersepeda sangat baik untuk kekuatan napas maupun otot, karena otot dalam bersepeda dan bersepatu roda dominan di otot kaki,” kata Erlangga saat ditemui di GOR Jatidiri Semarang, Rabu (24/3/2021).

Untuk kegiatan latihan, kata dia, para atlet menjalani pelatda di venue Jatidiri mulai Senin hingga Sabtu. Untuk nomor marathon, para atlet berlatih di jalan raya.

Menurut Angga, panggilan akrabnya, pada PON XX, Jateng mendapatkan kuota sembilan atlet, yang terdiri atas lima roller putra dan empat putri.
Kuota ini diperoleh berdasarkan hasil Pra-PON di Bekasi tahun 2019. Saat itu Jateng menempati urutan keempat dengan raihan dua medali emas, dua perak dan empat perunggu. Emas disumbangkan oleh Rizki Adyan Prasasti di nomor bergengsi sprint 500 m putri, satunya disabet tim time trial 10.000 m putra yang bermaterikan Zulfikar, Viero, Surya, dan Dava.

Pada PON nanti, Jateng akan mengikuti nomor 500 m ITT, 500 m dan 1.000 m sprint, 10.000 m Point to Point, 15.000 m eliminasi, 42 km marathon, 3.000 m relay dan 5.000 m TTT.

Terkait target di PON XX 2021 ? Erlangga menilai, bisa mempertahankan tradisi medali emas PON. ”Oleh KONI Jateng, sebagai cabang prioritas II A, sepatu roda dibebani minimal dua emas. Kami optimistis mewujudkan target itu,” kata Angga.

Di bagian lain, Pelatih Ajeng Anindya merasa optimistis, atletnya masih mampu berbicara di PON.”Karena ada pembatasan usia, banyak atlet muda yang turun, hanya menyisakan Kiki (Rizki). Tapi kami masih memiliki optimisme. Rival terberat masih Jabar, DKI Jakarta, Kaltim dan Jatim,” ujar Ajeng. (Aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here