Antisipasi Pertambahan Pasien Covid-19 dari Luar Kota, Pemkot Semarang Akan Menyewa Hotel

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi saat bertemu dengan para pengelola hotel didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Dinas Kesehatan. (Dok.)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Saat ini ada sekitar 499 warga luar kota yang dirawat di Kota Semarang, dengan didominasi oleh pasien dari Kudus. Hal itu disampaikan oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi saat melaporkan peningkatan okupansi kamar isolasi pasien covid-19. 

“Data statistik yang kami punya soal penderita covid-19 di Kota Semarang naik sekitar 45 persen, diantaranya berasal dari luar kota, terutama dari Kudus” ucap Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi, Jum’at (11/6/2021). 

Mengantisipasi terus bertambahnya pasien, Hendi pun berencana akan menyewa hotel untuk bisa menambah kapasitas tempat tidur ruang isolasi. Untuk itu dirinya pun telah berkomunikasi dengan sejumlah General Manager Hotel di Kota Semarang, dalam menjalankan rencana tersebut bila diperlukan.

“Langkah itu kita ambil sebagai upaya cadangan apabila sewaktu-waktu BOR atau Bed Occupancy Rate seperti di rumah sakit, asrama haji maupun rumah dinas sudah penuh,” terang Wali Kota Semarang tersebut.  

Di sisi lain, dalam komunikasinya dengan sejumlah pengelola hotel di Kota Semarang beberapa waktu lalu, Hendi mengingatkan agar setiap hotel tidak lupa untuk menjaga standar protokol kesehatan dengan ketat.

 “Yang kita rintis dari awal, tolong dijadikan standar. Mulai tamu datang dicek suhu tubuh, kamar disemprot disinfektan secara rutin dan seterusnya. Kalau sudah dilakukan teruskan saja. Mari kita menjadi satu tim yang benar-benar mematuhi peraturan yang ada,” imbuhnya. (Mushonifin) 

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here