Antisipasi Gerakan Radikal, Dosen UNNES Ini Bentuk Satgas Anti Terorisme untuk Pemuda Desa

SEMARANG (Sigi Jateng) – Isu-isu radikalisme agama selalu hangat diperbincangkan. Untuk menjaga keutuhan bangsa, akademisi memiliki peranan besar untuk membimbing masyarakat agar tidak salah dalam mendalami ilmu agama.

Tim Pengabdian Dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang di Ketuai oleh Muhammad Azil Maskur, S.H., M.H melakukan kegiatan Training of Trainer Pemuda Anti Radikalisme di Jawa Tengah bekerjasama dg PC GP Ansor Kota Semarang bertempat di Kelurahan Wates Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Jum’at pagi (29/10/2021).

M. Azil Maskur, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa penting bagi pemuda terutama pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor untuk menjadi juru dakwah anti terorisme dan anti radikalisme di tengah-tengah masyarakat.

“Apalagi di Jawa Tengah beberapa kali menjadi tempat bersembunyi jaringan terorisme ini,” ungkap Aziel yang telah lama meneliti potensi radikalisme di Jawa Tengah.

Selain melalui pengabdian formal yang diselenggarakan oleh kampus yang menaunginya, Aziel juga kerap memberikan pelatihan serupa di berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Pelatihan ini sebagai upaya pencegahan dini terhadap upaya penyebaran jaringan terorisme di Indonesia,” tandasnya.

Pasca pelatihan ini diharapkan pemuda yang tergabung di Gerakan Pemuda Ansor memprakarsai pembentukan semacam satgas pemuda anti terorisme dan radikalisme di masing daerah sampai level desa.

“Dengan pembentukan satgas seperti ini, masyarakat tetap waspada sehingga tidak ada ruang bagi jaringan terorisme melakukan gerakan-gerakan bawah tanah,” paparnya.

“Selain itu melalui satgas itu nanti pemuda tampil menjadi juru anti hoax di masyarakat. Karena Hoax ini awal mula masyarakat termakan radikalisme,” pungkasnya. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here