Alhamdulilah Donasi Capai Ratusan Juta, Impian Bisa Miliki Tangan Robotik Untuk Alfian di Klaten Kian Nyata

Bupati Klaten Sri Mulyani saat mengunjungi Alfian siswa SMK yang tangannya diamputasi karena kecelakaan saat PKL. (Foto: detikcom)

Klaten (Sigi Jateng) – Doa dan mimpi serta harapan Alfian Fahrul Nabila (18), pelajar SMK yang kehilangan dua tangannya karena tersengat listrik saat PKL untuk bisa mendapatkan tangan robotik kini semakin nyata.

Pasalnya, donasi yang terkumpul dari para donatur maupun dermawan untuk bisa membeli tangan robotik kini telah mencapai Rp 421 juta.

“Selama 22 hari penggalangan dana sudah terkumpul Rp 421 juta, dan kami masih membuka penggalangan dana sampai tanggal 26 Maret 2021,” ungkap koordinator penggalangan dana untuk Alfian, Zevanya Indra Putri di rumah Alfian, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Jumat (19/3/2021).

Seperti dilansir detikcom, Jumat (19/3) hari ini Alfian juga menerima bantuan Rp 10 juta dari Bupati Klaten Sri Mulyani. Zevanya menyebut semua dana yang terkumpul sudah diserahkan ke keluarga Alfian untuk kepentingan perawatan luka maupun rencana membeli tangan robotik.

“Untuk survei pembelian tangan semua diserahkan ke keluarga. Kita (teman Alfian) hanya menggalang dananya, semua nanti diserahkan keluarga,” beber Zevanya.

Zevanya menyebut kebutuhan pembelian tangan robotik itu diperkirakan sekitar Rp 322 juta. Meski begitu, dia berharap ada tambahan donasi untuk menambah biaya perawatan luka Alfian ke depannya.

“Kebutuhan dananya itu sekitar Rp 322 juta, kami berharap masyarakat seluruh Indonesia terus peduli. Dan itu akan menentukan kualitas tangan dan perawatannya nanti,” sambung Zevanya.

Ayah Alfian, Wagimin (55), mengaku bersyukur banyak orang peduli pada kondisi anak sulungnya. Dia menyebut Alfian masih rutin mengikuti terapi untuk pemulihan kedua tangannya.

“Saat ini masih terus ikut pemulihan dua tangannya di Solo. Nanti setelah ini akan kita belikan tangan robotik tersebut,” kata Wagimin.

Wagimin mengatakan anaknya terus semakin percaya diri. Selain terus berusaha menggunakan kedua kaki untuk mahir beraktivitas, Alfian kini sudah makin percaya diri keluar rumah. “Kalau keluar ya hanya baru di sekitar rumah sebab banyak tamu. Sekarang apa-apa sudah menggunakan kaki mulai terbiasa,” imbuh Wagimin.

Terpisah, Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan dirinya datang untuk memberikan dorongan semangat bagi Alfian. Sebab di usianya yang masih muda, Alfian dinilai tabah menerima keadaan.

“Alfian di usianya saat ini menerima musibah dengan semangat luar biasa, dia ingin punya tangan robotik. Dengan keterbatasan dia tetap ingin mencapai cita-citanya,” terang Mulyani kepada wartawan.

Pemerintah daerah, kata Mulyani, ikut prihatin dengan kejadian yang menimpa Alfian. Dia berharap Alfian terus semangat dan berjanji untuk membantu pengadaan tangan robotik untuk Alfian.

“Kalau nanti sudah ditemukan tangan robotik yang sesuai, pemerintah daerah juga akan ikut bertanggung jawab dalam pengadaannya. Sekolahnya juga harus tetap lanjut,” ucap Mulyani.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kisah pilu Alfian Fahrul Nabila (18) siswa kelas XI salah satu SMK di Klaten yang dua tangannya diamputasi viral di media sosial. Kedua tangannya diamputasi setelah tersengat aliran listrik saat mengikuti praktik kerja lapangan (PKL). (Dtc/dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here