Akibat Gempa M 7,1 Dilaporkan Bangunan di Sejumlah Wilayah Kepulauan Talaud Rusak

Sejumlah Wilayah di Kepulauan Talaud Alami Kerusakan. Foto : Istimewa

Jakarta (Sigi Jateng) – Gempa bermagnitudo 7,1 di Timur Laut Sulut dilaporkan sejumlah kerusakan. Hal itu dilaporkan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Kepulauan Talaud, Steven Edwin Maarisit. Setidakya ada di lima kelurahan yang dilaporkan terjadi kerusakan.

 Steven melaporkan, data kerusakan itu didapat per pukul 21.51 Wita, Kamis (21/1/2021). Salah satu bangunan yang rusak yakni bangunan pos kesehatan di salah satu desa kepulauan ini mengalami kerusakan. “Pos Kesehatan di Desa Bengkel, Kecamatan Beo, Kabupaten Kepulauan Talaud, mengalami kerusakan,” ujar Steven.

Berikut laporan data sementara terkait dampak gempa M 7,1:

1. Korban jiwa: Masih dalam monitoring

2. Korban luka-luka: Masih dalam monitoring.

3. Kerugian materil:

a. Kelurahan Desinung-Naulana Desa Bantik Kecamatan Beo (Dinding belakang roboh)

b. Kelurahan Rade-Arendeng, Desa Rae Kecamatan Beo Utara (Rusak ringan)

c. Kelurahan Mulaki-Maasawet, Desa Rae Kecamatan Beo Utara (Rusak ringan)

d. Kelurahan Magenda-Pontoh, Desa Mala Kecamatan Melonguane (Dapur roboh)

e. RSUD Mala (Lantai tegel pecah)

Untuk diketahui, gempa tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 19.23 WIB di wilayah Laut Filipina, atau tepatnya 134 km Timur Laut Melonguane, Sulut. Gempa berpusat di laut dengan kedalaman 154 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Filipina,” jelasnya.

BNPB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud pascagempa M 7,1 di Timur Laut Sulawesi Utara. Berdasarkan informasi yang diterima kondisi di Kepulauan Talaud saat mengalami listrik padam.

“Saat ini BPBD setempat sedang menghimpun informasi dari desa-desa yang teridentifikasi merasakan guncangan gempa. Informasi yang diterima BNPB menyebutkan kondisi di Kepulauan Talaud sekarang ini tidak ada penerangan atau lampu mati serta komunikasi juga agak sulit,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangannya. (dtc/dye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here