4 Role Model Pengembangan Wisata Ini Bakal Jadi Pariwisata Andalan Kendal. Inilah yang Dilakukan Bupati Dico

Bupati Kendal Dico M Ganinduto saat menjajal olahraga Jetsky di Pantai Indah Kemangi Jungsemi Kangkung Kendal pada Sabtu (20/03/2021).

Kendal ( Sigi Jateng ) – Dengan mengembangkan kawasan pariwisata menjadi konsep Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal dalam mewujudkan visi pariwisata Kendal 2021-2026 sebagai pariwisata andalan kedepan.

Setidaknya ada 4 role model pengembangan kawasan pariwisata yang bisa menjadi harapan program wisata prioritas. Diantaranya sports tourism, culture and heritage tourism, edu tourism, dan spiritual tourism.

Bupati Dico M Ganinduto bersama sejumlah anggota DPRD Kendal lakukan olahraga bersepeda menyusuri potensi alam wisata di area hutan Pinus Curug Jeglong Plantungan, Kendal, Minggu (14/2/2021)

Bupati Kendal Dico M Ganinduto mengatakan keempat model itu akan menjadi wisata prioritas dengan melihat potensi alam, keberadaan UMKM, dan desa wisatanya yang selama ini dimiliki atau menjadi aset dari Pemerintah Daerah Kabupten Kendal.

“Visioning pariwisata sudah kita lakukan. Bahkan menggunakan konsultan yang berpengalaman dan juga bekerjasama dengan beberapa pemerintah daerah lainnya maupun pemerintah pusat. Visioning ini adalah langkah awal kita dalam rangka untuk meningkatkan pariwisarta yang ada di Kendal,” kata dia, Jumat (28/5/2021).

Terkait dengan Rencana Induk Pariwisata (RIP), Pemkab Kendal telah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang saat ini tengah menjadi pembahasan. Dengan adanya Perda tersebut nantinya menjadi harapan besar akan memunculkan kebijakan-kebjakan yang dapat mengembangkan pariwisata di Kendal.

“Untuk mewujudkan visi misi ini harus gotong rotong. Seluruh OPD punya visi misi yang sama dalam rangka meningkatkan pariwisata. Sehingga tidak bisa sendiri-sendiri, pariwisata dan industri serta UMKM sendiri. Semua harus bersama-sama,” terang Dico.

Dico mengklaim sudah ada beberapa kawasan wisata yang dalam waktu dekat ini akan dikembangkannya. Bahkan untuk membangkitkan pariwisata Pemkab juga akan berkolaborasi dengan obyek wisata yang dikelola oleh pihak sawasta.

“Seperti keberadaan wisata berkuda Santosa Stable di Desa Leban, Kecamatan Boja, berpotensi untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut dengan melibatkan atau jalinan kerjasama dengan pemerintah desa setempat,” ungkapnya.

Dalam mengembangkan pariwisata ini, lanjut Dico, pemerintah juga akan fokus meningkatkan UMKM. Setiap pariwisata harus memfasilitasi pelaku UMKM untuk menjual produknya. Pemkab sudah mempersiapkan program programnya.

“Bahkan mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk meningkatkan UMKM di Kabupaten Kendal untuk bisa menjadi pendongkrak ekonomi. Dengan visi inilah obyek wisata yang berada di bawah pengelolaan Pemkab akan bangkit di tengah pandemi Covid-19,” tandasnya.

“Kita akan kolaborasi dengan pihak ketiga atau pihak swasta agar bisa pararel dan semua pariwisatanya maju. Promosinya juga kita gencarkan melalui digital. Kita akan konsepkan marketingnya sehingga akan berbanding lurus nantinya,” imbuh Dico.

Sementara, Plt Kepala Disporapar Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi mengaku, jajaran beserta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah akan terus bergerak, bersinergi wujudkan program pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi melalui 4 model yang menjadi gagasannya.

“Yang tak kalah pentingya menyusun SOP layanan di semua lini titik sentuh wisatawan yang meliputi atraksi, daerah tempat wisata (DTW), hotel, transportasi dan lainnya,” jelas Wahyu. (dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here