1.500 Rumah Tak Layak Huni di Sukoharjo Terima Bantuan BSPS dari Kementerian PUPR

Ilustrasi

Sukoharjo (Sigi Jateng) – Sebanyak 1.500 rumah di Kabupaten Sukoharjo menerima bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) Tahun 2021. Bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk rumah tidak layak huni (RTLH).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Sukoharjo, Suraji mengatakan, alokasi 1.500 BSPS yang diterima disebar untuk 45 desa. Tiap desa rata-rata dibagi 30 titik sasaran, namun ada sebagian kecil yang mendapatkan 120 titik.

“Kriteria bantuan ditentukan oleh kementerian terkait,” kata Suraji, Kamis (16/9/2021).

Sebaran bantuan meliputi Kecamatan Polokarto sebanyak 14 desa, Kecamatan Bulu dan Nguter masing-masing delapan desa. Sedangkan Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bendosari masing-masing lima desa.

Dikatakannya, kewenangan daerah dalam mengupayakan bantuan untuk peningkatan kualitas tempat tinggal warga kurang mampu ini, sebatas mengusulkan penerima bantuan.

Jika disetujui, mekanisme dan teknis pengerjaan dilakukan oleh tenaga fasilitator lapangan (TFL) yang ditunjuk perwakilan kementerian di Jawa Tengah. “Kewenangan pemerintah daerah berhenti pada pengusulan,” ujarnya.

TFL melakukan kegiatan verifikasi calon penerima bantuan, menentukan teknis pelaksanaan proyek, hingga pengawasan. TFL juga menentukan spesifikasi bahan bangunan yang dgunakan oleh penerima BSPS.

Berdasarkan pemutakhiran base data terpadu tahun 2015, masih terdapat 17.892 unit RTLH. Seiring berjalannya waktu, pada akhir tahun 2018 di Sukoharjo masih ada 14.150 unit RTLH. Saat ini DPKP masih melakukan verifikasi dan validasi ulang BDT RTLH tahun 2021 yang dimulai sejak awal tahun ini.

Dari 150 desa, 143 sudah menyelesaikan pendataan ulang dan tujuh desa lainnya dalam proses penyelesaian data. Pemkab Sukoharjo masih mengusulkan 2.400 bantuan serupa untuk alokasi tahun 2022. (Dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here